Illustrasi. Dok : MI/Panca.
Illustrasi. Dok : MI/Panca.

Perang Dagang Tak Ganggu Ekspansi Bisnis Indofood

Ekonomi Perang dagang
Desi Angriani • 30 Mei 2019 09:27
Jakarta: Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim memastikan eskalasi perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) tak akan mempengaruhi ekspansi bisnis makanan dan minuman di Indonesia. Pasalnya, Indofood masih bisa memperluas pasar eskpor ke Timur Tengah dan Afrika.
 
"Saya enggak gitu worry dengan trade war. Kita bisa ke Middle East, ke Afrika kan enggak ketemu trade war, pasar ada saja," ujarnya di Indofood Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Menurutnya, peluang merambah pasar luar negeri masih terbuka lebar, apalagi di benua Afrika. Indofood ingin membangun lebih banyak pabrik dengan target satu miliar masyarakat di wilayah tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengalaman di Indonesia bisa kita pindah ke sana terus dikembangkan, pabrik tambah terus," imbuh dia.
 
Ia menambahkan pasar di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia juga masih menjadi incaran Indofood. Di samping terus memperdalam penetrasi pasar di dalam negeri.
 
Menurutnya, industri makanan dan minuman di Indonesia sudah mampu menyesuaikan dengan daya beli masyarakat yang dinamis sehingga perang dagang tidak perlu dikhawatirkan.
 
"Pasar Indonesia saja belum terpenuhi, kita kelebihan protein tapi kita kekurangan protein. Jadi jangan target memenuhi ekspor dulu," tambah dia.
 
Presiden AS Donald Trump sebelumnya bermaksud melanjutkan perang dagang atau mempertahankan tarif impor Tiongkok. Kebijakan Trump tersebut telah mempengaruhi negara-negara emerging market.
 
Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa tarif barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen pada Jumat 20 Mei pukul 00.01 waktu setempat (04.01) GMT, tepat di tengah dua hari pertemuan antara Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan pejabat perdagangan utama Trump di Washington.
 
Sementara itu, Beijing mengumumkan akan membalasnya jika tarif naik. "Pihak Tiongkok sangat menyesalkan jika langkah-langkah tarif AS diterapkan dan Tiongkok akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan," kata Kementerian Perdagangan Tiongkok di situs web-nya, tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 9 Mei 2019.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif