Pupuk Indonesia usung urban farming di Halal Park. (FOTO: dok Pupuk Indonesia)
Pupuk Indonesia usung urban farming di Halal Park. (FOTO: dok Pupuk Indonesia)

Pupuk Indonesia Usung Urban Farming di Halal Park

Ekonomi pupuk indonesia
Husen Miftahudin • 24 Mei 2019 13:09
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) bekerja sama dengan pengusaha pertanian milenial menghadirkan kelas kreatif 'Urban Farming' kepada anak yatim piatu di Halal Park Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat. Langkah tersebut sebagai upaya Pupuk Indonesia dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan.
 
Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan model ekosistem pelaku industri saat ini mengarah kepada gaya hidup Islami. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan pelat merah untuk mengenalkan gaya hidup Islami kepada generasi milenial.
 
Dalam kesempatan tersebut, Pupuk Indonesia juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada lima orang siswa serta santunan kepada anak yatim. Total santunan diberikan kepada 25 orang anak-anak berprestasi yang kurang mampu, baik SD, SMP maupun SMA.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan total santunan nantinya akan dibagikan kepada total 1.000 anak yatim. Pembagian santunan ini sebagai bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri," ujar Wijaya dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.
 
Di lain hal, Wijaya menyambut positif kehadiran Halal Park. Sebab, kawasan ini menjadi ruang bagi BUMN untuk berkreasi bersama masyarakat, sehingga dampak kinerja BUMN dapat makin dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
 
"Dalam kelas kreatif yang akan dilakukan diharap dapat membagikan inspirasi kepada kaum muda untuk berani membuka usaha, terutama dalam bidang agrikultur yang potensi pengembangan usahanya masih besar di Indonesia," tutur dia.
 
Sementara itu, Manager Fruitable Farm Herdian mengakui potensi usaha di bidang pertanian masih belum digarap oleh anak muda. Pasalnya, banyak generasi milenial yang masih enggan untuk terjun langsung untuk berbisnis di dunia pertanian.
 
"Anak muda ini lah yang akan menjadi penggerak ekonomi dalam beberapa tahun ke depan. Maka dari itu kami ingin mereka menyadari potensi dari bisnis agrikultur ini," ungkap Herdian.
 
Halal Park akan berdiri di atas luas tanah 21 ribu meter persegi dengan konsep elaborasi desain aktivitas berbasis konsep halal melalui adaptasi nilai-nilai keislaman yang digabungkan dengan budaya Nusantara. Ditargetkan kawasan Halal Park GBK rampung pada 2020.
 
Saat ini, miniatur Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Sebagai koordinator pelaksana Halal Park, Kementerian BUMN berkontribusi menyediakan produk-produk Rumah Kreatif BUMN (RKB) dari beberapa perusahaan BUMN.
 
Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir yang tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.
 
Ini sejalan dengan potensi Indonesia yang diprediksi akan menjadi Top 10 ekonomi terbesar di dunia pada 2030. Berdasarkan standar Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia telah dinobatkan sebagai nomor satu wisata halal bersaing dengan 130 negara lainnya, termasuk Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei dan negara lainnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif