Ilustrasi - - Foto: Medcom.id/ Rizal
Ilustrasi - - Foto: Medcom.id/ Rizal

2019, Peluang Suku Bunga Rendah?

Ekonomi pertumbuhan ekonomi suku bunga ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 10 April 2019 17:13
Jakarta: Kondisi ekonomi Indonesia tahun ini dinilai lebih menjanjikan dibandingkan tahun lalu yang diwarnai perlambatan. Ekonom PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Anton Hendranata bahkan menyebut 2019 berpeluang membawa era suku bunga rendah.
 
"Pada 2019 ada kemungkinan kita merasakan era suku bunga rendah terjadi, dan itu akan sangat menarik bagi saham karena saham berkaitan dengan suku bunga. Kalau suku bunga turun, berarti saham kinclong," ujar Anton saat mengisi diskusi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 10 April 2019.
 
Menurutnya peluang suku bunga rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di mana situasi perekonomian berbanding terbalik dengan kondisi tahun lalu. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mengalami perbaikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sederhananya, ketakutan di 2018 mestinya tidak terjadi di 2019. Pasar lebih kalem, terbukti dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik terus sehingga pasar menjadi cukup bagus," terangnya.
 
Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat pada tahun ini juga dianggap sebagai momentum bagi Amerika Serikat (AS) untuk tidak menaikkan suku bunganya secara agresif. Selain itu, harga minyak dunia juga diperkirakan turun dari USD80-85 per barel menjadi USD65-75 per barel.
 
"Nah, karena arah pertumbuhan ekonomi global boleh dikatakan tidak terjadi divergensi, maka bisa dipastikan kenaikan suku bunga AS akan rendah, bahkan ada kemungkinan tetap. Kalau kejadiannya seperti itu maka negara lain pun, terutama emerging market yang sering terancam dengan Current Acount Deficit (CAD), berpeluang (suku bunga) akan turun juga," paparnya.
 
Survei yang dilakukan Bloomberg pada 13-15 Maret memperkirakan akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Kenaikan itu berada di kisaran target untuk tingkat dana federal dengan menyentuh 2,75 persen.
 
Namun setelahnya, besar kemungkinan kenaikan tersebut menjadi akhir dari siklus kenaikan bunga yang pada 2018 lalu dilakukan sebanyak empat kali.

 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif