Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Jiwasraya Prediksi Perpanjangan Kontrak JS Saving Capai 45%

Ekonomi asuransi jiwa Jiwasraya
24 Januari 2019 14:05
Jakarta: PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memproyeksikan minat nasabah atau peserta yang ingin melakukan perpanjangan atau roll over kontrak polis untuk produk JS Saving mencapai angka 45 persen hingga akhir kuartal I-2019.
 
"Awalnya kami hanya menargetkan 30 persen tapi nyatanya tren peserta yang berniat roll over terus meningkat. Jika berbicara rasio roll over, sepertinya bisa mencapai di atas 45 persen," ujar Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Angka 45 persen dipatok menyusul tingginya minat peserta JS Saving Plan usai manajemen baru Jiwasraya menawarkan opsi bunga sebesar tujuh persen untuk peserta yang berniat melakukan perpanjangan kontrak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan pihaknya bersama pemegang saham dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen melakukan pembayaran polis jatuh tempo kepada peserta yang tidak berminat melakukan roll over dengan memberikan bunga pengembangan sebesar 5,75 persen per tahun. Pelunasan sendiri akan dilakukan mulai kuartal II-2019.
 
Sedangkan untuk peserta yang berminat melakukan roll over, manajemen baru Jiwasraya menawarkan bunga sebesar tujuh persen per tahun atau setara dengan 7,49 persen per tahun net efektif.
 
"Kami sangat optimistis karena sampai hari ini saja roll over sudah di atas 35 persen, dari pekan lalu yang hanya mencapai 33 persen. Kami berterima kasih kepada seluruh peserta karena sudah mau mengerti dan bersabar," tutur Hexana.
 
Seperti diketahui, seiring dengan upaya perbaikan perseroan manajemen baru Jiwasraya telah memiliki sejumlah strategi dalam rangka meningkatan kinerja di sepanjang 2019 dan memenuhi kewajiban polis produk JS Saving Plan.
 
Strategi-strategi tersebut mulai dari peningkatan penjualan produk asuransi Jiwasraya kepada peserta baru hingga membenahi penempatan portofolio investasi, sehingga tidak lagi mengalami ketidakcocokan yang menggangu likuiditas.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi