Pemerintah Diminta Tingkatkan Daya Saing Ekspor
Illustrasi. MI/Ramdani.
Jakarta: Pemerintah diminta mengatasi beragam hambatan yang ada di dalam negeri guna meningkatkan daya saing dan melesatkan volume ekspor.

"Kalau pemerintah hanya mengejar target meningkatkan nilai ekspor dalam waktu dekat, caranya bukan dengan menandatangani banyak perjanjian perdagangan bebas, tetapi selesaikan pekerjaan rumah yang masih menghambat daya saing Indonesia," kata Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ) Rachmi Hertanti di Jakarta, Minggu, 18 November 2018.

Untuk itu, ujar dia, cara pandang pemerintah juga diharapkan tidak terlalu sempit dalam melihat kerja sama perdagangan hanya sebatas ekspor dan impor semata.

Ia juga mengingatkan dalam meningkatkan daya saing harus dilakukan dengan berbagai kerja sama ekonomi yang dilakukan secara presisi dan menguntungkan rakyat.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Indeks Daya Saing Global atau Global Competitiveness Index 4.0 dengan metodologi baru edisi 2018 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) di Jenewa, Swiss, pada Selasa (16/10) menempatkan Indonesia di peringkat ke-45 dari 140 negara. Peringkat tersebut berada di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand yang masing-masing menempati posisi kedua, ke-25 dan ke-38.

Laporan daya saing global 2018, menyebutkan bahwa di tengah perubahan teknologi yang cepat, polarisasi politik dan pemulihan ekonomi yang rapuh, sangat penting untuk mendefinisikan, menilai, dan mengimplementasikan jalur baru pertumbuhan dan kemakmuran.

Dengan produktivitas menjadi penentu paling penting dalam pertumbuhan dan pendapatan jangka panjang, Global Competitiveness Index 4.0 baru menyoroti serangkaian faktor-faktor penting yang muncul untuk produktivitas dalam Revolusi Industri Keempat (4IR).

Perubahaan metodologi dalam pemeringkatan WEF, yang lebih berorientasi menuju pertumbuhan berbasis teknologi di masa depan, juga telah menggusur Swiss di peringkat pertama daya saing global yang telah bertengger selama sembilan tahun berturut-turut ke tempat keempat, digantikan oleh Amerika Serikat.

Selanjutnya peringkat kedua diduduki oleh Singapura, posisi ketiga ditempati Jerman, posisi keempat Swiss dan kelima Jepang.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id