Penjual beras di Pasar Induk Cipinang Hariyanto, sedang melayani pembeli. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Penjual beras di Pasar Induk Cipinang Hariyanto, sedang melayani pembeli. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Harga Beras di Pasar Induk Cipinang Belum Turun

Ekonomi harga beras
Ilham wibowo • 26 Desember 2018 12:18
Jakarta: Harga bahan pokok terutama beras lokal terpantau masih berada pada batas normal sehari setelah perayaan Natal. Penjual di pasar Induk Cipinang masih mematok barang di bawah harga eceran tertinggi (HET).
 
Penjual beras pasar Cipinang, Harianto, mengatakan memasuki perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 harga beras lokal naik rata-rata Rp300-Rp500 per kilogram (kg). Saat ini, HET untuk beras jenis premium sebesar Rp12.800 per kg dan beras medium sebesar Rp9.450 per kg.
 
"Kenaikan harga setelah Natal sekitar Rp300-Rp500 per kg, sebelum 25 Desember juga sudah naik," ujar Anto ditemui Medcom.id,di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga beras termahal jenis premium saat ini rata-rata dijual seharga Rp11.500 per kg dari semula pada hari biasa seharga Rp10.000 per kg. Menurut Anto, kenaikan harga ini dipicu penambahan biaya transportasi maupun memasuki musim paceklik panen.
 
"Pertama transportasi, kedua musim paceklik. Sekarang kan baru masuk masa tanam, pembibitan sudah tapi dimana pun rata-rata masih musim tanam," ucapnya.
 
Bertambahnya biaya transportasi itu, jelas Anto, terjadi lantaran larangan kendaraan truk pengangkut yang dibatasi mengunakan tol pada 21-22 Desember 2018. Meski diperbolehkan untuk sembako, truk ekspedisi yang disewa pabrik beras dari daerah hanya bisa mengangkut sekali jalan.
 
"Sebenarnya sembako tidak dilarang, cuman kalau sewa angkutan itu baliknya harus bawa barang. Misalnya kalau ke sini bisa bawa beras, pulangnya tidak boleh kosong tapi bermuatan (selain sembako) dan itu langsung diberhentikan, jadi mereka tidak mau jalan dengan ongkos normal," ungkap pengelola Toko Idolaku ini.
 
Musim paceklik panen juga dinilai berandil besar pada kenaikan harga beras. Anto menuturkan bahwa pasokan beras dari pabrik di daerah ke pasar Induk Cipinang kini kian menipis dan diprediksi terjadi hingga awal 2019.
 
"Tahun kemarin saja harga beras premium itu bisa di atas Rp12.800 per kg karena memang pengaruh bahan di daerah, kalau bahan di sana tipis ya di sini harga naik, itu sudah hukum pasar," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif