Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar di Auditorium Universitas Al-Azhar, Senin, 10 Desember 2018. Medcom/ Ade Hapsari Lestarini.
Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar di Auditorium Universitas Al-Azhar, Senin, 10 Desember 2018. Medcom/ Ade Hapsari Lestarini.

Medcom.id dan UAl Gelar Seminar Ekonomi Syariah

Ekonomi pemilu ekonomi syariah
Nia Deviyana • 10 Desember 2018 10:49
Jakarta: Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta bersama Universitas Al Azhar Indonesia dan Medcom.id menyelenggarakan seminar bertajuk Indonesia Shariah Economic Outlook: Peluang Bisnis Syariah di Tahun Politik 2019. 

Gambaran mengenai perekonomian, khususnya peluang bisnis syariah di tahun politik menjadi penting, di mana aktivitas ekonomi akan menggeliat karena ada peningkatan konsumsi karena aktivitas politik. 

"Kita berharap momentum tahun politik tidak menganggu pertumbuhan ekonomi," ujar Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar di Auditorium Universitas Al-Azhar, Senin, 10 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Ekonomi syariah di Indonesia memiliki potensi besar untuk bisa terus berkembang di masa mendatang. Hal itu salah satunya didukung oleh jumlah penduduk di Tanah Air yang mencapai 260 juta jiwa.  Namun sayangnya, para pelaku maupun para pengambil kebijakan seakan berada di jalannya masing-masing sehingga membuat potensi tersebut tidak tergarap maksimal.

Adapun ekonomi syariah sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Pasalnya, sudah ada beberapa industri yang bergerak dengan skema syariah. Sebut saja di keuangan syariah yakni perbankan syariah, asuransi syariah, perusahaan pembiayaan syariah, hingga pasar modal syariah. Tidak hanya itu, bisnis syariah di luar industri keuangan juga mulai marak sekarang ini.

Sebut saja usaha makanan yang tidak mengandung produk haram atau masuk dalam golongan ekonomi syariah hingga logistik halal. Bank Indonesia (BI) dalam sebuah kesempatan memperkirakan ada 40 persen dari aktivitas ekonomi nasional yang tergolong dalam ekonomi syariah. Angka yang besar ini tentu masih bisa dimaksimalkan lagi di kemudian hari.

Regulator seperti bank sentral di Indonesia pun sudah menginisiasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bekerja sama dengan pemerintah. Saat ini, sudah ada Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang sedang menyusun peta jalan (roadmap) untuk meningkatkan potensi ekonomi keuangan syariah di Indonesia.

Untuk industri perbankan syariah pada dasarnya memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi sejumlah tekanan, terlihat dari kemampuan untuk terus tumbuh dari waktu ke waktu. Namun, tetap harus ada upaya bersama guna menekan sejumlah persoalan yang menghambat agar market share perbankan syariah bisa membesar. 

"Seminar ini diharapkan bisa menjembatani kebutuhan untuk perbankan syariah dalam memitigasi risiko dan nantinya mendukung market share yang terus membesar di masa mendatang," pungkasnya.


nbsp;


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi