Ilustrasi. (FOTO: MI/Agus)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Agus)

Kata JK soal Kenaikan Tarif Pesawat

Ekonomi bisnis maskapai penerbangan
Nia Deviyana • 14 Januari 2019 12:36
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kenaikan tarif pesawat terbang memang tidak bisa dihindari. Menurut dia, maskapai penerbangan tentunya memiliki sejumlah alasan dalam menaikkan tarif.

"Mereka itu membayar dengan dolar, beli pesawat dengan dolar, beli avtur dengan dolar tetapi tarifnya tetap rupiah. Mau tidak mau harus ada penyesuaian-penyesuaian secara bertahap," kata JK, sapaannya saat menghadiri seminar Himpuni bertajuk Kesiapan Tenaga Kerja Indonesia, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.

JK menambahkan, jika tarif tidak dinaikkan seiring dengan biaya operasional yang besar, maka ada kemungkinan akan ada banyak maskapai yang bangkrut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Kalau nanti banyak yang berhenti bagaimana? Tarif akan semakin tinggi lagi. Jadi memang ada unsur kepentingan konsumen dan unsur kepentingan perusahaan yang harus diperhatikan," kata dia. Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengamini perkataan JK. Menurutnya, kenaikan harga pesawat lumrah selama tidak melewati batas. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena pihaknya telah mengambil langkah strategis dengan menggandeng Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) untuk memberikan subsidi terhadap harga tiket pesawat.

"Oleh karenanya saya mengajak INACA untuk menyubsidi untuk menetapkan tarif yang (dibahas) kemarin. Saya pikir kita butuh kedewasaan. Ke depan kita cari solusi agar satu sisi masyarakat masih tetap bisa menikmati LCC (low cost carrier), dan penerbangan korporasi tetep eksis karena mereka berjasa untuk mempersatukan konektivitas," paparnya.

Baca: INACA: Tarif Tiket Pesawat Domestik Turun 20-60%

Dalam konferensi pers, Minggu, 13 Januari 2019, INACA menyebut besaran penurunan tarif tiket maskapai penerbangan domestik bervariatif, dari 20 persen hingga 60 persen.

"Bervariatif, bisa jadi 50 persen hingga 60 persen kalau yang tertinggi. Yang pasti di atas 20 persen," kata Ketua Umum INACA I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 13 Januari 2019.

Menurut pria yang akrab disapa Ari Ashkara ini, harga tiket pesawat yang sudah diturunkan setara dengan tarif tiket sebelum musim liburan Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru). Penurunan harga tiket dilihat berdasarkan kemampuan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

"Kami memperhatikan kebutuhan masyarakat dan daya beli masyarakat di masing-masing daerah berbeda," jelas Ari.

Harga tiket pesawat turun untuk enam rute penerbangan domestik. Keputusan itu disepakati oleh seluruh maskapai penerbangan di Indonesia bersama dengan Airnav Indonesia, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, dan PT Pertamina (Persero).

Penurunan tarif tiket penerbangan domestik juga sebagai bentuk kepedulian INACA terhadap tingginya harga tiket. Ari menyebut penurunan harga tiket pesawat ini tidak melanggar aturan. Meski demikian, dia memastikan penurunan harga tiket, maskapai harus tetap mengutamakan keselamatan.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi