Go-Jek Fokus Kurangi Biaya Operasional Pengemudi
VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Say. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) Indonesia akan fokus mengembangkan fitur aplikasi guna menekan biaya operasional pengemudinya. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra Go-Jek.

VP Corporate Affairs Go-Jek Michael Say menuturkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan ialah fitur chat, shuffle card, hingga daily income summary.

"Kita akan fokus untuk menyejahterakan para mitra kita dengan berbagai inovasi, serta terus menekan biaya operasional driver," katanya di Kantor Go-Jek Indonesia, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.

Selain mengembangkan aplikasi, Go-Jek juga memfasilitasi para pengemudi untuk memperoleh asuransi dan cicilan rumah. Setidaknya 250 ribu mitra pengemudi dan keluarganya telah terlindungi asuransi. Serta lebih dari 400 mitra telah memiliki rumah idaman melalui KPR BTN.

"Kami ingin memberdayakan sektor informal, tidak hanya manfaat aplikasi tapi manfaat lain," imbuh dia.

Melalui inovasi tersebut, kata Michael, 90 persen mitra pengemudi merasa kualitas hidupnya lebih baik. Selanjutnya, 97 persen mitra pengemudi merasa puas dengan fleksibilitas waktu kerja setelah bergabung dengan Go-Jek. Survei itu diambil dari riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia awal 2018 lalu.

"Kami ingin menginformasikan kalau perjuangan Go-Jek tidak hanya sekadar menafkahi hidup, tapi bagaimana di luar aplikasi kesejahteraan mereka teratasi. Misal perlindungan finansial," imbuh dia.

VP Drivers Community Go-Jek Jaka Wiradisuria menambahkan Go-Jek juga merancang program khusus mitra seperti Kopdar dan Go-Jek Swadaya. Lewat Kopdar tersebut, para pengemudi dapat menyampaikan keluh kesah dan aspirasi untuk perbaikan Go-Jek ke depan.

"Di acara Kopdar inilah kami mendengarkan aspirasi mitra pengemudi dan berdialog bersama. Termasuk dalam merancang program Go-Jek swadaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra," katanya.

Adapun hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mencatat kontribusi Go-Jek terhadap perekonomian nasional mencapai Rp9,9 triliun pada 2017 dari penghasilan pengemudi dan mitra UMKM. Sumbangan itu dihitung berdasarkan selisih penghasilan mitra setelah dan sebelum bergabung dengan ekosistem Go-Jek.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id