Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Bangun Bisnis Startup dengan Terarah

Ekonomi startup ecommerce
04 Maret 2019 12:35
Jakarta: Pengamat teknologi informasi Heru Sutadi berpandangan perkembangan usaha Go-Jek dengan berbagai layanan dan mampu merambah ke empat negara Asia Tenggara patut menjadi contoh bagi masyarakat yang hendak membangun bisnis startup.
 
Sebab, menurut dia Go-Jek mampu membangun platform yang dikembangkan ke berbagai layanan kebutuhan masyarakat.
 
"Superapss Go-Jek ini memang perlu dicontoh agar dalam membuat aplikasi juga memiliki rencana ke depan," terang Heru kepada Media Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Go-Jek tidak berhenti pada layanan antar jemput ojek, tetapi juga mengembangkan berbagai bentuk bisnis lain untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, Go-Jek memiliki produk jasa berkaitan seperti Go-Send dan Go-Pay.
 
Baca juga: Pertumbuhan Startup di 2019 Semakin Kuat
 
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara sebelumnya menyampaikan startup yang mampu mengorbit jumlahnya sangat sedikit. Hanya empat persen startup yang bertahan dan menjadi besar, sedangkan sisanya tumbang terempas berbagai tantangan atau karena kelemahan ide.
 
Menurut dia, startup yang bertahan dan digandrungi masyarakat karena memberikan solusi bagi persoalan dan kebutuhan masyarakat.
 
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun optimistis pertumbuhan startup sepanjang 2019 semakin baik dan kuat. Pertumbuhan perusahaan startup ini tidak terpengaruhi oleh tahun politik dan diharapkan pertumbuhannya bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong melihat pertumbuhan investasi atau modal asing yang masuk ke perusahaan-perusahaan startup tersebut semakin deras.
 
Baca juga: Pemerintah Mendampingi Laju Startup
 
Ia merinci berdasarkan data tahun lalu aliran dana asing yang masuk ke Indonesia sekitar USD9 sampai USD12 miliar per tahun. Sebanyak 15 sampai 20 persennya masuk ke industri ekonomi digitial. Oleh karena itu, menurutnya, potensi pertumbuhan ekonomi digital masih terbuka lebar di tahun ini.
 
Indonesia saat ini memiliki empatstartupberlevelunicornalias memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau Rp13 triliun.Unicorntersebut terbagi dalam tiga jenis industri, yaitu Go-Jek yang merajai sektor transportasi, Tokopedia dan Bukalapak dimarketplace, serta Traveloka yang memanjakan masyarakat berhobi pelesir.
 
Ari Adil sebagai
independent wealth management advisormengamati fenomena masuknya dana fantastis dari asing padastartupIndonesia itu. Go-Jek mendapat pendanaan senilai USD550 juta dari konsorsium delapan investor yang digawangi Sequoia Capital dan Warburg.
 
Ari juga menyampaikan bahwa riset Google menyatakan bahwa dari segi kuantitas kesepakatan investasistartupdi Indonesia masih dikuasai investor lokal. Cuma, secara nilai, investasi tersebut masih didominasi investor asing. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif