Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jumlah BUMN Merugi Susut

Ekonomi bumn kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 01 Maret 2019 16:20
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan jumlah perusahaan pelat merah yang merugi sepanjang 2018 menyusut dibanding tahun sebelumnya.
 
Sementara pada2017, perusahaan BUMN yang merugi berjumlah 12. Namun demikian Rini tidak menyebutkan seberapa detail jumlah penyusutan tersebut.
 
"Harusnya sih turun," kata Rini ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu dia juga tidak mendetailkan perusahaan mana saja yang masih mengalami kerugian. Namun dia memastikan Garuda Indonesia yang tahun sebelumnya sempat rugi, tahun lalu membaik.
 
"Garuda sudah enggak merugi, tapi (masih) ada BUMN lain yang merugi," tutur dia.
 
Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan salah satu yang masih merugi yakni Merpati Nusantra Airlines. Sementara PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) masih mencatatkan untung.
 
"Siapa biang Pertamina rugi? Mereka masih untung banyak. PLN masih untung prognosanya," ujar Imam.
 
Sementara itu Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri mengatakan meskipun belum ada laporan audit, namun diperkirakan laba yang diperoleh tahun lalu di atas Rp5 triliun. Kendati demikian Pahala masih bungkam dengan angka pastinya karena masih menunggu audit laporan keuangan 2018 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
"Masih diaudit. Insyallah akhir Maret proses audit baru akan selesai. Jadi bisa ketahuan," kata Pahala.
 
Sebagai informasi, pada 2017 jumlah BUMN yang merugi sebanyak 12 perusahaan dengan nilai mencapai Rp5,2 triliun. Jumlah ini turun dibanding 2016 yang tercatat sebanyak 26 BUMN dengan nilai kerugian total Rp6,7 triliun.
 
MenteriRini juga terus mendorong perusahaan-perusahaan pelat merah memiliki komitmen untuk bisa menyokong pertumbuhan ekonomi. Salah satu cara mendorongnya pertumbuhan ekonomi daerah adalah memberikan bantuan sosial.
 
Bantuan-bantuan yang diberikan berupa pembangunan lampu penerangan jalan umum yang memanfaatkan tenaga surya, pemberian pompa air, pemberian lampu sehen di rumah warga, layanan perbankan hingga sarana dan prasarana ibadah. Tak lupa, bantuan juga diberikan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah perbatasan seperti mesin genset, motor gerobak, dan kompresor.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif