Perang Dagang AS Bikin Produk Indonesia Tidak Kompetitif
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai langkah Amerika Serikat (AS) yang melakukan evaluasi terhadap beberapa produk impor akan membuat barang dari Indonesia tidak kompetitif lagi. Pasalnya harga barang dari Indonesia akan menjadi lebih mahal.

"Ya jelas akan dampak ke kita. Produk kita jadi kurang kompetitif. Harganya naik kan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, 8 Juli 2018.

Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR) sebelumnya telah melakukan evaluasi terhadap produk-produk yang menerima Generalized System of Preferences (GSP), salah satunya produk asal Indonesia.

Total ada 3.500 produk-produk yang masuk GSP yang akan dievaluasi dalam daftar produk bebas bea masuk yang dihasilkan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini dikhawatirkan bisa memicu perang dagang antara AS dengan Indonesia.

Meski begitu, Oke enggan membeberkan secara rinci berapa nilai kerugian jika pemerintah AS mencabut bebas bea masuk terhadap beberapa produk. Namun dirinya memperkirakan ada 10 persen produk GSP merupakan produk asal Indonesia.

Selanjutnya pemerintah akan menentukan sikap terkait kebijakan perang dagang oleh AS. Rencananya besok pemerintah akan menggelar rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo setelah rapat koordinasi oleh sejumlah menteri hari ini.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360