Upah Buruh Bangunan Turun karena Ramadan-Idulfitri
Upah Buruh Bangunan MI/Bary Fathahilah.
Jakarta: Badan Pusat Statistik mencatat (BPS) mencatat upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2018 naik 0,14 persen dibanding upah April 2018, yaitu dari Rp85.983 menjadi Rp86.104 per hari.

"Upah riil-nya turun 0,07 persen. Artinya inflasi lebih tinggi dari upah buruh. Ini perlu menjadi perhatian khusus pemerintah," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Upah riil sendiri merupakan perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga. Sedangkan upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.

Dirinya menambahkan, penurunan upah riil tak lepas dari meningkatnya harga kebutuhan selama ramadan sampai dengan Idulfitri. Apalagi inflasi selama bulan lalu tercatat sebesar 0,21 persen.

Meski begitu, upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2018 naik sebesar 0,36 Persen dibanding upah buruh tani April 2018, yaitu dari Rp51.864 menjadi Rp52.052 per hari. Upah riilnya juga mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen.

Sementara itu, upah buruh potong rambut naik 0,23 persen menjadi Rp26.817 per kepala secara nominal, lebih tinggi dari inflasi. Namun secara riil, upah buruh potong rambut hanya naik 0,02 persen.  

Adapun upah pembantu rumah tangga mengalami kenaikan 0,4 persen menjadi Rp394.105 per bulan secara nominal. Bahkan upah pembantu rumah tangga juga naik 0,19 persen menjadi Rp296.342 per bulan secara riil.

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id