Kembali Beroperasi, AJB Bumiputera Sudah Peroleh Premi Rp1,2 Triliun

Kautsar Widya Prabowo 23 Mei 2018 16:47 WIB
Kembali Beroperasi, AJB Bumiputera Sudah Peroleh Premi Rp1,2 Triliun
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Medcom/Eko.
Jakarta: Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) 1912, mencatat penerimaan premi sudah mencapai Rp1,2 triliun dengan total polis mencapai 417.233 polis. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan perolehan tersebut dicapai tidak hanya dari polisi yang baru. Total penerimaan polis ini terhitung dari 1 Januari 2018. 

"Penerimaan premi sejak 1 Januari sampai 9 Mei 2018 telah mencapai Rp1,2 triliun yang berasal dari 417.233 polis," ujarnya di Gedung DPR,Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-bank Riswinandi menjelaskan saat ini klaim yang masih harus dibayar sekitar Rp 1triliun dengan total nasabah 100 ribu. 

"Totalnya sekitar Rp1 triliun, itu ada waktu-waktunya, ini yang harus diselesaikan karena masih ada sumber pembiayaan dari premi lanjutan, atau dari penerimaan yang baru," tambahnya. 

Dia menjelaskan kehadiran AJBB karena OJK  telah menerbitkan peraturan OJK Nomor 1/POJK.05/2018 untuk memenuhi kewajiban Prudential sehingga AJBB dapat beroperasi. 

"Dengan ketentuan ini memberikan masa transisi AJBB untuk memenuhi kewajiban prudentialnya, sehingga dapat beroperasi kembali," pungkasnya.

Sebelumnya, Wiboh mengatakan, pihaknya akan menyiapkan program penyehatan yang baru. Dengan demikian maka upaya yang dilakukan oleh OJK dan pengelola statuter yang sebelumnya dibatalkan.

"Karena skema dulu itu rupanya tidak jalan, tidak ada cashflow yang masuk. Sehingga kita batalin, sepakat kita kembalikan dan tinggal ini operasi lagi dengan AJB yang lama," kata dia di Kantor OJK, 

Selain diperbolehkan kembali menjual produk-produknya, AJB Bumiputera diperbolehkan untuk membentuk anak usaha. Hal ini dilakukan agar AJB Bumiputera dapat mengembangkan bisnisnya tanpa harus bergantung pada pengelola statuter.

"Kemarin AJB enggak boleh jualan, sekarang boleh jualan dan bentuk PT. PT sekarang ada jadi Bhineka. ada PT baru lagi, tunggu dulu. Pengaturan mutual ada, PT ada, kalau sudah diundangkan nanti disosialisasi," jelas dia.

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id