Di Atas HET, Pemerintah Kembali Impor 500 Ribu Ton Beras
Ilustrasi. (Foto: Antara/Ahmad).
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menambah kuota impor beras sebanyak 500 ribu ton hingga Juli 2018. Penambahan volume impor kali ini karena harga beras masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni sebesar Rp10.500.

"Jangan lihat berapa lama, harga sudah mulai turun belum. artinya yang medium masih Rp10.500 padahal HET Rp9.450," ucap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya Gedung Kemenko Perekonomian, Pasar Baru Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Darmin menjelaskan impor beras tak akan mengganggu panen petani pada September-Oktober 2018. Hal itu terbukti dari impor sebanyak 500 ribu ton di awal tahun dengan panen April yang berjalan baik.

Impor beras, lanjutnya, juga tidak akan membuat harga di pasaran menjadi jatuh atau berada di bawah harga eceran tertinggi.

"Kita memerhatikan seperti apa perkembangan harga, seperti apa perkembangan produksi. Kita enggak akan buat itu kalau buat harga jatuh," tegas Darmin.

Adapun jatah impor beras 500 ribu ton tetal diberikan kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan batas waktu Juli 2018. Bulog diberikan kebebasan mengambil beras dari Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, India untuk kemudian diserap seluruhnya atau hanya sebagian.

Sebelumnya pemerintah telah membuka keran beras impor sebanyak 500 ribu ton pada awal 2018 demi meredam gejolak harga di pasaran. Dengan ada tambahan kuota impor, maka total impor beras tahun ini sebanyak satu juta ton.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id