Bulog Jual Beras Kemasan 200 Gram Seharga Rp2.500
Beras bulog. Medcom/Kautsar Bowo.
Jakarta: Produk beras kemasan 200 gram yang akan dikeluarkan Perum Bulog, diperkirakan dapat mencakup empat orang, di bandrol Rp2.500 per bungkus. Hal itu agar setiap masyarakat dapat menjangkau beras dengan mudah.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Karyawan Gunarso berharap masyarakat yang berpendapatan rendah masih dapat membeli beras.

"Harganya Rp2.500, dengan pendapatan masyarakat Rp10 ribu sampai Rp20 ribu, sisanya bisa digunakan untuk belanja komoditi lain," ujarnya ditemui di Gudang Divre Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.

Ia menambahkan beras kemasan tersebut nantinya hadir dengan nama Beras Saset Kita. Kualitas beras tersebut hadir dengan rasa premium lokal.

"Dengan premium lokal dan ada yang pulen ada yang peta sesuai kearifan lokal. Dan dapat ditemui di kota dan di kampung," tambahnya.

Selain itu, Gunarso menjelaskan  nantinya Bulog akan bekerja sama dengan mitra retailer yang selama ini bekerjasama, serta pedagang pasar untuk melakukan penjualan beras dengan cara door to door di kawasan keramaian masyarakat.

"Yang menjadi penyalur utama adalah retailer-retailer atau pedagang-pedagang kami yang tersebar di 82 kabupaten kota. Selain itu kami punya Rumah Pangan Kita (RPK) yang tercatat  ada 40 ribu RPK, ini sangat membantu kami dalam mencapai target ataupun sasaran dalam menstabilkan harga, juga door to door  langsung ke masyarakat," ungkap Gunarso.

Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Budi Waseso menjelaskan dengan menjual beras dalam bungkusan kecil akan menghindari penimbunan beras oleh mafia beras. Pemerintah juga bisa menjamin ketersediaan pasokan beras tetap ada di masyarakat tanpa ada kelangkaan.

"Jadi nanti enggak ada lagi mafia pangan bisa beli beras borong ramai-ramai. Ini pemikiran solusi yang pelru kita lakukan, jadi ke depan beras ada di mana-mana. Jadi nanti rawan beras, enggak ada," jelas dia.

Dirinya menambahkan, ketersediaan beras rencengan juga bisa mendorong perekonomian secara mikro. Apalagi saat ini sudah banyak kebutuhan pokok yang dijual satuan dalam bungkusan kecil.

"Sekarang kita mau makan dan minum apa saja sudah ada di warung. Nah beras ini harusnya kayak begitu pemikiran saya. Hari ini saya mau makan nasi, saya enggak bisa beli beras satu kilo. Jadi bisa beli dua ribu," pungkasnya.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id