Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) saat raker dengan Komisi IX DPR. FOTO: MI/Susanto.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) saat raker dengan Komisi IX DPR. FOTO: MI/Susanto.

Dirut BPJS Kesehatan Tolak Sebut Kader JKN Debt Collector

Ekonomi BPJS Kesehatan
Media Indonesia • 06 November 2019 19:34
Jakarta: Direktur UtamaBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan masyarakat telah salah mengartikan kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai debt collector.
 
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat pembahasan pendalaman kenaikan iuran dan defisit anggaran BPJS di ruang rapat Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
 
"Dari awal kita tidak ada arah memakai debt collector, tapi berbasis komunitas, dari masyarakat yang kemudian dijadikan kader JKN-Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan memiliki tiga fungsi," jelas Fachmi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam hal ini, tambah dia, BPJS Kesehatan memang melakukan kerja sama dengan kader JKN KIS, yang memiliki tiga fungsi. Di antaranya yaitu sebagai pemberi informasi dan penanganan pengaduan, membantu pendaftaran peserta, serta mengingatkan masyarakat untuk pembayaran iuran dan membantu masyarakat yang akan membayar iuran.
 
Fachmi juga secara rinci membahas mengenai strategi peningkatan kolektabilitas iuran peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Sehingga menurut dia, banyak masyarakat yang menyalahartikannya dengan debt collector.
 
Adapun dalam rapat tersebut Fachmi menyampaikan empat agenda. Pertama mencakup penjelasan perbaikan sistem kepesertaan dan manajemen iuran sebagai pelaksanaan tugas BPJS. Kemudian penjelasan penguatan, fasilitas kesehatan tingkat pertama melalui efektifitas dana kapitasi.
 
Selanjutnya Fachmi menjelaskan mengenai tunggakan pembayaran klaim dari fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut. Serta laporan pelaksanaan data cleansing sebagai tindak lanjut hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (Zubaidah Hanum/Nisrina Kirana)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif