Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.

1 Januari 2020, Indonesia Bebas Minyak Goreng Curah

Ekonomi minyak goreng
Eko Nordiansyah • 07 Oktober 2019 12:52
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan pemerintah melarang peredaran minyak goreng mulai tahun depan. Menurut Airlangga, pelarangan ini agar memberikan jaminan higienis kepada konsumen.
 
Ketentuan ini ada dalam program wajib kemas minyak goreng yang diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Progam ini sebagai bentuk mewujudkan Indonesia bebas minyak goreng curah pada 1 Januari 2020.
 
"Ya pasti lah, curah kan enggak pakai packaging. Tapi itu memang untuk higienis saja untuk kesehatan," kara Airlangga ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin, 7 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan minyak goreng yang dikemas dari pabrik masih boleh beredar di masyarakat. Hanya saja produksi minyak goreng dari pabrik tak bisa langsung dijual ke pasaran tanpa dikemas terlebih dahulu.
 
"Jadi memang dalam bentuk (produksi) pabrik, pabrik tidak boleh menjual ke consumer direct. Jadi kalau ke consumer harus masuk di dalam kemasan," jelas dia.
 
Ketentuan wajib kemasan ini, lanjut Airlangga, akan sedikit menyebabkan kenaikan harga karena adanya proses pengemasan. Namun demi menjamin kehigienisan kepada konsumen, kenaikan harga ini tak akan masalah.
 
"Ya kalau pemain curah itu kan di-packed sederhana satu liter, 1,5 liter, seperempat liter. Kan supaya konsumennya higienis, jangan sampai pakai curah-curah itu enggak sehat malah," ungkapnya.
 
Kebijakan wajib kemas minyak goreng ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Kebijakan ini mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan, karena lebih terjamin mutu dan keamanannya.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebelumnya menyebut tak akan ada sanksi yang diterapkan bagi penjual minyak goreng curah. Dirinya berharap produsen menjual minyak goreng dalam kemasan dengan harga yang ditetapkan pemerintah.
 
Harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan Rp11 ribu per liter. Namun, pemerintah mematok harga Rp8.000 per liter agar terjangkau masyarakat.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif