Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. MI/M Taufan SP Bustan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. MI/M Taufan SP Bustan

Mentan Paparkan Kemajuan Pertanian Indonesia

Ekonomi pertanian kementerian pertanian
Antara • 10 Oktober 2019 11:01
Kediri: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan tentang kemajuan pertanian di Indonesia, selama masa Pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK yang dinilai cukup menggembirakan karena petani lebih sejahtera.
 
"Pertanian hari ini, gudang penuh. Untuk beras yang sudah sewa gudang Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat. Dari Dirut Bulog, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan. Kami terima laporan komisi IV, Papua, Merauke, gudang penuh. Itu prestasi petani kita semua. Luar biasa petani kita," katanya, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Ia mengatakan perusahaan besar banyak yang sudah untung besar, namun petani kesulitan. Dirinya juga mendengar harga cabai rendah. Namun, ia berharap tidak dikatakan bahwa menteri diam. Selama ini pihaknya langsung mengurus ke pabrik jika ada masalah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan katakan menteri diam. Kami urus sampai ke pabrik. Kita cari, berupaya keras," kata Menteri Amran.
 
Di Kediri, kata dia, total anggaran untuk Kabupaten Kediri dari APBN, DAK, dan Dana Desa itu Rp1,2 triliun. Sedangkan, alat sintan (mesin pertanian) ke Jatim yang dikirim totalnya mencapai 39 ribu, dengan jumlah ini terbesar sepanjang sejarah.
 
Pihaknya memang berupaya melakukan mekanisasi pertanian dengan membelikan traktor untuk petani. Anggaran untuk membeli peralatan pertanian diutamakan, mengingat kebutuhan petani menjadi hal yang didahulukan.
 
"Dahulukan petani kita. Kalau petani produksi negara ini kuat dan jaya. Ingat ketahanan negara identik dengan ketahanan pangan. Jadi, jangan heran, kami bersama TNI, polisi, yang dikoordinir Ibu Bupati harus menyatu. Kalau goyah, negara bisa kesulitan. Tidak ada yang bisa tahan tujuh hari tanpa makan, jadi petani harus dimuliakan," kata dia.
 
Ia menambahkan ekspor pertanian di Indonesia juga menunjukkan kenaikan cukup baik. Pada 2014, ekspor pertanian 33 juta ton, saat ini menjadi 42,5 juta ton, naik sembilan juta ton dengan nilai Rp400 triliun. "Inflasi, kemudian investasi dan seterusnya. Harga beras, gabah, cukup bagus. Stabil, aman," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif