Menteri Perhubungan Budi Karya. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Perhubungan Budi Karya. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Menhub Buka Pintu Investor Asing Kembangkan Tiga Pelabuhan

Ekonomi kementerian perhubungan
Husen Miftahudin • 13 Desember 2018 22:11
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terus berupaya menarik investor asing untuk menanamkan modalnya mengembangkan tiga hub pelabuhan di Indonesia. Tiga pelabuhan itu yakni Tanjung Priok, Patimban, dan Kuala Tanjung.

"Kita membuka pintu kepada para investor asing untuk mengembangkan tiga pelabuhan. Kita akan berikan fasilitas seperti kemudahan perizinan, keamanan, dan jaminan investasi," kata Budi saat membuka seminar tentang infrastruktur kemaritiman yang dihelat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Le Meredien Hotel, Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Menurutnya, tiga pelabuhan tersebut akan menjadi pintu ekspor dan impor komoditas. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia. Sementara Pelabuhan Patimban akan akan menjadi pintu ekspor mobil dan sepeda motor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Kalau Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Sumatera Utara menjadi tempat yang strategis untuk menghubungkan dengan Malaysia dan Singapura," bebernya. PII Siapkan SDM

Senada dengan Menhub, Ketua Umum PII Heru Dewanto mengakui pengembangan pelabuhan dan tol laut penting demi peningkatan perekonomian nasional. Dia menilai, mengundang investor asing untuk mengembangkan tol laut merupakan langkah yang tepat.

"Menarik investor asing merupakan solusi bagi Indonesia yang butuh likuiditas modal, pengembangan pelabuhan atau tol laut juga tidak terkecuali. Kita memang memerlukan investor asing dalam mengembangkan pelabuhan," sebutnya.

Sebagai asosiasi profesi, tegasnya, PII siap berperan untuk menarik investor asing dan merealisasi proyek pengembangan tol laut dan pelabuhan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dari profesi insinyur yang kompeten dan mumpuni.

"Kita akan siapkan SDM atau insinyur-insinyur dalam negeri yang kompeten dan bisa bersaing dengan insinyur dari luar negeri," ujar Heru.

Salah satu langkah PII dalam mengembangkan SDM dengan membangun database insinyur. Heru bilang, database mempermudah PII mengarahkan insinyur untuk mendukung program-program pemerintah.

"Database itu juga berfungsi untuk mengetahui jumlah insinyur dan bidang-bidang mereka. Database ini secepatnya akan kita (PII) buat," tutup dia.


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi