Illustasi. MI/Panca.
Illustasi. MI/Panca.

Bisnis Aplikasi Turut Mendorong Penjualan Buku

Ekonomi buku
07 April 2019 20:44
Jakarta: Bisnis aplikasi turut mendorong perkembangan literasi masyarakat indonesia untuk membaca buku. Berbagai aplikasi buku digital hadir seperti wattpad, nulisbuku dan Novelme. Perkembangan bisnis ini malah ikut mendorong penjualan dalam industri penerbitan buku.
 
Aji Pribadi Henoch Project Manager NovelMe mengatakan bahwa sampai dengan saat ini sudah ada 50 ribu orang yang mengunduh buku digital di Novelme dengan jumlah pembaca sebesar 180 ribu per bulan. Angka itu tercapai dengan adanya 1.000 buku di aplikasi itu.
 
"Pada tahun ini (ditargetkan) 500 ribu di 2019. Bisnis di aplikasi ini kami menyediakan yang berbayar dan yang tidak (berbayar) kemudian kami juga bisa menjual buku per bab," kata dia dikonfirmasi, Minggu, 7 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan bahwa pembaca Novelme adalah generasi milenial dari siswa SMA sampai dengan orang yang baru menjadi pegawai kantoran. Pembacanya kebanyakan adalah wanita dengan genre romance hingga pertualangan. "Pria ada, tapi sedikit", kata dia.
 
Moamar Emka pemilik penerbitan Gagas Media mengatakan bahwa maraknya oenerbitan buku digital tak mengalahkan buku fisik. Menurutnya banyak penerbit yang masih bertahan karena banyak pembaca lebih menyukai buku fisik. "Sampai saat ini perkembangan buku digital tak menghalangi buku fisik, ada aja pasarnya," kata dia.
 
Penjualan buku digital juga lebih menguntungkan penulis dan penerbit. Penulis bisa mendapatkan komisi 15 persen dari harga buku digital atau lebih tinggi ketimbang komisi dari penjualan buku fisik yang sebesar 10 persen biaya penerbit dalam buku digital juga lebih murah ketimbang menerbitkan buku secara fisik. Dia juga mengakui bahwa kesempatan menjadi penulis lebih lebar diera digital. Peran sosial media menjadi cara ampuh untuk memasarkan karya penulis kepada khalayak publik.
 
Penjualan buku indonesia laris manis diluar negeri seperti dalam pameran Pesta Buku Brunei di Bandar Seri Begawan, 27 Februari-5 Maret 2019. Karya-karya klasik terkemuka seperti Hamka, Pramoedya Ananta,ataupun kontemporer seperti Tere Liye, Habbiburahman elShirazy, maupun buku-buku ringan dengan kategoricerita anak,kuliner, kesehatan, keterampilan dan budidaya perkebunan banyak dicari oleh para pengunjung.
 
Selain itu, Ketua Harian Komite Pelaksana Indonesia Market Focus di London Book Fair (LBF) 2019 Laura Bangun Prinsloo mengatakan Tren hak cipta buku terus meningkat, sejak keikutsertaan dalam Frankfurt Book Fair beberapa waktu lalu.
 
"Tahun lalu, setidaknya mendekati 1.200 hak terjemahan ke penerbit asing," ujar Laura seperti dikutip dari Antara, Selasa, 5 Maret 2019.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif