Kimia Farma mulai merambah ritel kecantikan (Foto: Kimia Farma)
Kimia Farma mulai merambah ritel kecantikan (Foto: Kimia Farma)

Ceruk Besar, Kimia Farma Rambah Ritel Kecantikan

Ekonomi kimia farma
Ade Hapsari Lestarini • 30 Maret 2019 16:38
Jakarta: PT Kimia Farma Tbk (KAEF) merambah sektor digital dengan membangun ritel kecantikan sejalan potensi ceruk pasar kecantikan yang mempunyai pangsa pasar cukup besar. Langkah ini diharapkan memberi dampak positif terhadap laju bisnis di sepanjang tahun ini.
 
Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir mengatakan kehadiran ritel kecantikan dan kesehatan Kimia Farma Health & Beauty ini sebagai wujud komitmen Kimia Farma untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar senantiasa berpenampilan cantik dan tetap sehat.
 
"Di outlet ini tidak hanya merek dari Kimia Farma saja, namun kami juga menyuguhkan beraneka macam produk lifestyle dari brand-brand lain," papar Basyir, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tren untuk tampil cantik dan menarik semakin menjadi atensi masyarakat. Penggunaan kosmetik dan perawatan diri tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup kaum hawa tetapi juga kaum adam. Hal ini harus diimbangi dengan kepedulian terhadap aspek kesehatan diri.
 
Bermula dari kondisi itu, Kimia Farma ingin memudahkan masyarakat memperoleh produk healthcare di bidang lifestyle yang berkualitas. Apabila selama ini masyarakat mengenal outlet Kimia Farma sebagai apotek yang menyediakan produk dan layanan kesehatan, kini Kimia Farma hadir dengan ritel kecantikan dan kesehatan bernama Kimia Farma Health & Beauty.
 
Kimia Farma Health & Beauty hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat khususnya kalangan milenial dan profesional yang bergaya hidup aktif, dinamis, dan serba praktis. Dengan desain dan nuansa industrial look, outlet ini menyajikan produk-produk kosmetik, skin care, personal care, hair care, dan suplemen kesehatan yang lebih variatif.
 
Kimia Farma Health & Beauty pun diresmikan di Mall Tunjungan Plaza 3 lantai LG nomor 16-17, Surabaya, Jawa Timur, sekaligus menjadi yang pertama di Indonesia. Adapun Kimia Farma Health & Beauty memberikan pengalaman baru bagi para pelanggan melalui implementasi digitalisasi.
 
Di samping menggunakan label harga di setiap etalase untuk memberikan informasi harga yang up-to-date, para pelanggan juga diharapkan untuk melakukan cashless payment dengan menggunakan aplikasi pembayaran digital Link Aja, GoPay, dan OVO. Lebih lagi, terdapat penggunaan QR Code sebagai media penyampaian ragam informasi secara cepat dan lengkap.
 
Dikatakan Basyir, tren bisnis ritel untuk produk health care and beauty secara nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang bagus yakni mencapai 10-11 persen.
 
"Kami melihat ada ceruk pasar kecantikan yang masih sangat besar karena tuntutan zaman dan gaya hidup masyarakat baik kaum hawa dan adam. Untuk itu kami akan fokus masuk ke segmen ini meskipun selama ini kami lebih banyak di produk obat," ujarnya.
 
Dia mengungkapkan kinerja penjualan produk health and beauty mampu tumbuh sampai 40 persen pada tahun lalu. Sejumlah produk kecantikan yang selama ini menjadi andalannya seperti Mars dan Venus. "Dengan membangun outlet-outlet di dalam mall, kami berharap penjualan produk kencantikan kami bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini," katanya.
 
Tahun lalu, Basyir mengatakan, kontribusi penjualan Kimia Farma dari produk kecantikan masih sekitar 10-15 persen. Seiring dengan pertumbuhan penjualan dan ekspansi bisnis ritel, diharapkan tahun ini kontribusinya bisa meningkat menjadi 20 persen.
 
Ke depan pihaknya akan gencar membangun outlet Health & Beauty di sejumlah kota. Paling tidak hingga akhir tahun ini pihaknya menargetkan bisa membuka sedikitnya 10 outlet. Dalam waktu dekat, ritel kecantikan dan kesehatan Kimia Farma Health & Beauty bakal merambah kota-kota besar lain di Indonesia.
 
Kota-kota itu di antaranya Trans Studio Mall Cibubur dan Mall Vivo Sentul Bogor. "Nanti kami juga akan menyasar kota-kota besar di daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan sebagainya," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif