Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Medcom/Eko Nordiansyah.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Medcom/Eko Nordiansyah.

Kredit Investasi Tumbuh 14%, Indikasi Ekonomi Merekah

Ekonomi investasi
Desi Angriani • 23 Mei 2019 20:05
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan tumbuh sebesar 11,05 persen secara tahunan dibandingkan penyaluran kredit di periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit perbankan ini didorong oleh kredit investasi yang mencatatkan pertumbuhan tertingginya dalam tiga tahun terakhir.
 
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kredit investasi tumbuh 14,34 persen, disusul kredit modal kerja yang tumbuh 10,48 persen serta kredit konsumsi sebesar 9,06 persen.
 
"Ini seperti yang kita arahkan bahwa yang produktif tumbuh lebih besar, yakni investasi," ujar dalam jumpa pers KSSK, di Aula Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari segi sektor, kredit pertambangan tumbuh paling tinggi dibanding yang lainnya, yakni 37,6 persen secara yoy. Selanjutnya disusul kredit sektor konstruksi sebesar 27,55 persen, sektor pertanian 10,65 persen, sektor pengelohan 8,7 persen, kredit infrastruktur 19,13 persen dan kredit perumahan 12,67 persen.
 
"Mengenai sektornya paling tinggi sektor konstruksi sehingga yoy per April ini 27,55 persen," imbuhnya.
 
Menurutnya, pertumbuhan kredit investasi yang tinggi akan menimbulkan produktivitas yang juga tinggi. Hal ini mengindikasikan ekonomi dalam negeri akan tumbuh lebih baik.
 
"Memang harapannya banyak investasi akan menimbulkan produktivitas yang lebih tinggi pada kredit konsumsi," pungkasnya.
 
Adapun risiko kredit perbankan hingga April 2019 berada pada level yang rendah. Hal ini tercermin dari rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) gross perbankan sebesar 2,57 persen dan NPL net 1,15 persen. Tingkat kecukupan modal/Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,78 persen. Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami penurunan menjadi 93 persen dari 94 persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif