Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.

Kasus Memiles Bikin Investor Kapok Investasi di P2P Lending Ilegal

Ekonomi investasi bodong
Desi Angriani • 14 Januari 2020 17:47
Jakarta: Kasus investasi bodong PT Kam And Kam alias MeMiles senilai Rp750 miliar akan memberikan efek jera bagi pemberi pinjaman (lender). Pasalnya, banyak investor masih tertarik memperoleh keuntungan secara cepat melalui peer to peer lending (P2P) illegal atau yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
"Blessingnya orang-orang yang kapok salah jalan akan gunakan platform yang sudah terdaftar di OJK," kata Ketua Harian AFPI Kuseryansyah ditemui di Sekretariat AFPI, Gedung Centenial Tower, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Kuseryansyah mengungkapkan Asosiasi Fintech Indonesia sudah melarang anggotanya menggunakan skema ponzi. Modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari investor lain tersebut juga dilarang dalam POJK No.77/POJK.01/2016 selaku payung hukum P2P di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu pasti akan kita kasih teguran dan kita juga akan larang. Dan dari sisi POJK sendiri juga enggak boleh," ungkapnya.
 
Ia menambahkan skema ponzi tak pernah diterapkan sejak P2P lending legal berdiri di Indonesia. Kuseryansyah memastikan anggota Aftech maupun Afpi melakukan transfer dana melalui virtual account bukan secara langsung ke rekening pemilik platform. Hal itu belajar dari maraknya kasus ponzi di Tiongkok.
 
"Kami meyakini bahwa P2P lending ini sudah disetting tidak akan digunakan sebagai ponzi. Kita sudah belajar fintechnya dari China. Kita ga mau praktik di China fintech sebagai ponzi atau Cedo banking kejadian di kita," tegasnya.
 
CEO P2P Pendanaan Syariah Alami Dima Djani menambahkan pihaknya akan memanfaatkan kasus Memiles dalam mengedukasi nasabah. Mayoritas nasabah Alami diklaim mulai kritis dan memperluas literasi mengenai mekanisme pinjam-meminjam di P2P lending.
 
"Banyak yang mulai kritis dan do research dan PR kita bersama memperluas literasi ini. Kita positif hal ini akan positif bagi industri P2P di Indonesia," katanya.
 
Dalam kasus investasi bodong MeMiles, polisi mengamankan uang nasabah sebesar Rp122 miliar dan menetapkan empat tersangka yakni dua direksi berinisial KTM, 47, dan FS, 52. Kemudian dua tersangka lainnya Master Marketing MeMiles berinisial ML atau Dr E, 54, dan kepala IT berinisial PH, 22.
 
Polisi juga memeriksa artis Eka Deli Mardiana dan penyanyi Marcello Tahitoe terkait kasus investasi yang memiliki 264 ribu anggota. Selain itu barang bukti yang turut diamankan di antaranya 18 unit mobil, dua sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Ada juga 120 unit mobil yang sudah diberikan ke anggota dan akan ditarik oleh Polda Jatim sebagai barang bukti.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif