Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Antam Bukukan Penjualan Rp6,22 Triliun

Ekonomi harga emas antam
21 Mei 2019 10:51
Jakarta: PT Aneka Tambang (Antam) membukukan angka penjualan sebesar Rp6,22 triliun sepanjang triwulan pertama 2019. Jumlah tersebut lebih tinggi sembilan persen dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,73 triliun.
 
Adapun dari penjualan itu, perseroan meraup laba kotor sebesar Rp1,03 triliun, tumbuh dua persen dari raihan di periode yang sama 2018 sebesar Rp1,02 triliun.
 
Direktur Utama Antam Arie Ariotedjo mengatakan semua hasil positif itu didorong kinerja produksi dan penjualan komoditas utama seperti emas dan feronikel yang positif serta kematangan perseroan dalam mengelola biaya tunai di tengah volatilitas harga komoditas di tingkat global.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepanjang tiga bulan pertama 2019, penjualan emas Antam mencapai 6.517 kilogram (kg) dengan total nilai Rp3,94 triliun. "Emas masih memegang peran terbesar dalam penjualan dengan kontribusi 63 persen dari total penjualan," jelas Arie di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Untuk komoditas feronikel, sepanjang triwulan pertama, perseroan mencatat penjualan sebesar 7.122 ton nikel dalam feronikel (TNi), melonjak signifikan hingga 33% dari raupan periode yang sama 2018. Komoditas itu pun menjadi penyumbang penjualan terbesar kedua dengan total Rp1,23 triliun.
 
Arie mengungkapkan peningkatan tersebut sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel Antam di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, yang sekarang memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27 ribu TNi per tahun.
 
Di luar dua komoditas utama terbesar itu, Antam juga memproduksi bijih nikel. Pada triwulan pertama tahun ini perseroan menjual 1,74 juta wet metric ton (wmt), tumbuh 37 persen jika dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama 2018.
 
"Penjualan dari bijih nikel Antam mencapai Rp782,51 miliar atau tumbuh sebesar 39 persen dari raihan sebelumnya Rp562,66 miliar," tuturnya.
 
Sementara itu, volume penjualan komoditas lainnya yakni bijih bauksit mencapai 55 ribu wmt dengan nilai penjualan sebesar Rp41,14 miliar. Angka itu tumbuh enam persen jika dibandingkan dengan nilai penjualan pada tiga bulan pertama 2018.
 
Tahun ini, perseroan akan mendapatkan tambahan kapasitas produksi feronikel seiring rampungnya pembangunan pabrik feronikel Halmahera Timur pada semester kedua tahun ini. Pabrik yang memiliki nilai investasi USD250 juta itu akan memiliki kapasitas produksi 13.500 TNi.
 
Satu proyek lainnya yakni Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace dengan total kapasitas 30 ribu TNi diproyeksikan baru akan selesai pada akhir 2020.
 
Suplai Listrik
 
Sementara itu, sebagai wujud sinergi BUMN, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kalimantan Barat menyuplai listrik sebesar 3.465 kilovolt ampere (kVA) ke industri tambang bauksit PT Antam di Kecamatan Tayan Hilir, Sanggau, Kalimantan Barat.
 
Mulai 13 Mei 2019, PT Antam resmi menjadi pelanggan tegangan menengah PLN Sanggau dengan suplai listrik diperoleh dari Gardu Induk Tayan berkapasitas 30 megavolt ampere (MVA) serta panjang jaringan 9,3 kilometer sirkit (kms).
 
"Kami sangat apresiasi PT Antam menjadi pelanggan PLN. Kami terus berkomitmen menyediakan keandalan listrik, terlebih PT Antam memerlukan listrik sebagai kontinuitas untuk memproduksi bauksit," ujar General Manager PLN UIW Kalimantan Barat Agung Murdifi. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif