Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

Bulog Bingung Stok Beras Banyak Tapi Harga Naik

Ekonomi harga beras bulog
Eko Nordiansyah • 16 Oktober 2019 08:31
Jakarta: Perum Bulog mengaku masih akan mempelajari penyebab dari kenaikan harga beras di sejumlah wilayah. Pasalnya saat ini stok yang ada di Bulog maupun para pedagang masih cukup banyak.
 
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan penyerapan beras Bulog terbilang kecil. Saat ini penyerapan hanya 3.000 sampai 4.000 ton dari target 15 ribu ton. Artinya stok yang ada di pasar masih ada untuk memenuhi kebutuhan.
 
"Ini membuktikan bahwa kebutuhannya masih belum (banyak). Tapi harga naik, nah ini sedang dipelajari kenapa harga naik, padahal stok banyak. Kan di pasaran banyak, di Bulog apalagi," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menduga kenaikan terjadi lantaran saat ini baru memasuki musim tanam di beberapa wilayah. Dengan produksi yang hampir habis terjadi kenaikan harga gabah, padahal stok beras masih cukup jika dibutuhkan tambahan.
 
"Kan sekarang produksi gabah ini sudah kurang mulai turun. Pasti kan harga gabah akan naik, jadi kan beras juga harga naik itu wajar saja," ungkapnya.
 
Meski begitu, Bulog memastikan stok aman sampai musim panen April 2020. Saat ini stok yang dimiliki Bulog mencapai 2,3 juta ton. Dengan penyerapan sampai saat ini sebesar 1,08 juta ton, stok beras Bulog di akhir tahun diproyeksikan sebesar 1,3 juta sampai 1,5 juta ton.
 
Untuk memastikan harga beras stabil, Bulog sudah melakukan intervensi dengan operasi pasar. Budi berharap operasi pasar bisa mengurangi stok beras yang dimiliki Bulog, sehingga penyerapan beras dari petani juga tetap berjalan.
 
"Semua wilayah, hampir rata-rata kan ada kenaikan. Nah kita sudah kita intervensi untuk menurunkan harga itu untuk stabilisasi. Saya tidak tau persis (kenaikan harga beras) di antaranya Bali dan Nusa Tenggara Timur," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif