Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) - - dok istimewa
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) - - dok istimewa

KKP Gandeng JICA Perkuat Koperasi Perikanan

Ekonomi perikanan kelautan dan perikanan
Husen Miftahudin • 26 Juli 2019 16:10
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk meramu proyek Sustainable Fishery Resource Management and Utilization. Kerja sama teknis untuk sektor kelautan dan perikanan itu akan memperkuat koperasi perikanan.
 
Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Nilanto Perbowo mengatakan program teknis tersebut meliputi workshop, pre-departure meeting, training di Jepang selama dua minggu, dan post-training workshop.
 
"Program kerja sama ini merupakan pelatihan untuk sumber daya manusia yang menangani koperasi sektor kelautan dan perikanan nasional agar bisa belajar dari Jepang untuk mewujudkan koperasi nasional yang lebih mandiri," ujar Nilanto dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nilanto, jika koperasi perikanan yang ada dikelola dengan baik bakal memberikan kontribusi besar terhadap iklim usaha industri sektor kelautan dan perikanan nasional.
 
"Kami menginginkan koperasi perikanan kita bisa lebih mapan dengan manajemen yang profesional guna mendukung usaha-usaha di sektor kelautan dan perikanan nasional. Oleh karenanya, kami mengarah pada koperasi Jepang, dalam hal ini Fisheries Cooperative Association (FCA) yang memang sudah berhasil mengembangkan koperasi perikanan di sana," jelas dia.
 
Nilanto menyatakan pelatihan ini bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan (KP). Utamanya bagi para personel yang memiliki potensi untuk memberikan sumbangsih dalam pembangunan koperasi sektor KP di Indonesia. Secara khusus, untuk mengembangkan kelembagaan dan memperbaiki berbagai sistem pada lembaga koperasi perikanan.
 
"Program ini merupakan kesempatan baik bagi para stakeholders koperasi sektor KP untuk membahas bagaimana mengupayakan usaha bersama antara pemerintah dan stakeholders dalam mengembangkan koperasi sektor KP yang dapat menjadi salah satu pilar kesejahteraan ekonomi pembangunan KP," tegasnya.
 
JICA Fisheries Policy Adviser, Nomura Ichiro mengungkapkan koperasi perikanan di Jepang atau yang disebut sebagai Fisheries Cooperative Association (FCA) sudah tercantum dalam Undang-Undang (UU) tentang FCA tahun 1948.
 
Adapun tujuan UU ini adalah untuk mempromosikan pengembangan sistem koperasi nelayan/pembudidaya dan pengolah hasil perikanan, meningkatkan produktivitas dan status sosial ekonominya, serta berkontribusi pada perekonomian nasional Jepang.
 
Selanjutnya, Nomura Ichiro juga menjelaskan fungsi utama dari FCA untuk aktivitas ekonomi yang meliputi bisnis pemasaran ikan, mulai dari transportasi, pengolahan, serta penyimpanan dan penjualan hasil tangkapan ikan dan produk lainnya. Terdapat juga bisnis simpan pinjam yang menyediakan pinjaman untuk biaya usaha dan hidup para anggotanya.
 
Selain itu, FCA juga melakukan bisnis pengadaan dengan menyediakan pasokan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha (alat tangkap/peralatan lainnya, suku cadang, es dan bahan bakar) atau biaya hidup para anggotanya.
 
"Operasional fasilitas umum di pelabuhan perikanan juga dikelola oleh FCA. Beberapa di antaranya fasilitas penambatan, kegiatan penyelamatan untuk kecelakaan di laut dan perbaikan alat tangkap ikan, usaha restoran, serta toko seafood. Terakhir, FCA memberikan bantuan kerja sama dan kesejahteraan dengan memberikan asuransi dan menyediakan dana," terang Nomura Ichiro.
 
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada 2018 ada sebanyak 2.884 koperasi perikanan di Indonesia. Sebanyak 2.802 di antaranya merupakan unit Skala Usaha Mikro, 69 unit Skala Usaha Kecil 69, dan 13 unit Skala Usaha Menengah.
 
Jumlah koperasi perikanan ini mengisi 2,09 persen dari total 138.140 unit koperasi yang ada di Indonesia. Dari 2.802 koperasi perikanan, hanya sekitar 58 persen atau 1.687 yang aktif, dan yang mempunyai Nomor Induk Koperasi (NIK) hanya sebanyak 271 unit.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif