Garuda Indonesia. Foto : MI/Angga Yuniar.
Garuda Indonesia. Foto : MI/Angga Yuniar.

PHRI: Pemilihan Direksi Garuda Lebih Profesional

Ekonomi Garuda Indonesia
Ilham wibowo • 23 Januari 2020 16:02
Jakarta: Pemilihan komisaris dan direksi baru di PT Garuda Indonesia (Persero) dinilai lebih profesional ketimbang mekanisme sebelumnya. Harapan besar disematkan terutama dalam membawa dampak positif di penetapan harga tiket pesawat.
 
"Yang paling penting pemilihan ini (komisaris dan direksi Garuda Indonesia) jauh lebih profesional, mohon maaf dibandingkan sebelumnya," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani ditemui di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Haryadi sangat mengenal sosok Komisaris Utama Garuda Indonesia yang diisi Triawan Munaf yang lama berkecimpung di dunia pemasaran. Kehadiran mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tersebut tentu bakal membuat pengelolaan maskapai plat merah ini bakal berbeda.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Triawan Munaf itu background lebih banyak di advertising dan marketing, jadi saya pikir akan membawa dampak yang cukup bangus kepada Garuda," ungkap Haryadi.
 
Haryadi juga mengaku kenal dekat sosok wakil direktur utama Garuda Indonesia yang kini diisi Dony Oskaria. Keduanya pernah bekerja sama dalam pengembangan idustri pariwisata Indonesia melalui Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).
 
Dalam perjalanan karir sebelumnya, Dony Oskaria tercatat pernah diminta Presiden Jokowi menjadi anggota Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di KEIN pada 2016. Saat itu, Dony menjalankan amanat Ketua Kelompok Kerja bagi industri pariwisata dengan tanggung jawab mengembangkan industri pariwisata Indonesia.
 
"Kami harap impact-nya terhadap harga tiket akan lebih rasional, lalu support juga pariwisata akan lebih baik," ungkap Ketua Umum Apindo ini.
 
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) menetapkan Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama dan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama perusahaan pelat merah itu.
 
Penetapan ini menyusul diberhentikannya lima direksi emiten bursa berkode GIAA itu dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda brompton di pesawat baru Garuda Airbus A330-900 NEO.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif