Petani Kelapa Sawit di Babel Merugi
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa sawit. Antara/Sahrul Manda Tikupadang.
Pangkalpinang: Harga kelapa sawit di tingkat petani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rendah, sehingga mereka merugi dan sulit merawat tanaman komoditas itu.

"Saat ini harga kelapa sawit hanya Rp750 per kilogram (kg) dan tidak cukup untuk biaya perawatan, pemupukan dan upah memetik buah sawit," kata petani kelapa sawit Koba, Zaiwan di Pangkalpinang dikutip dari Antara, Kamis, 28 Juni 2018.

Ia mengatakan harga kelapa sawit di tingkat petani rendah, karena banyaknya mata rantai penjualan komoditas itu. Selain itu pedagang pengumpul juga kesulitan menjual kelapa sawit petani ke pabrik. Untuk menjual kelapa sawit pedagang harus antre selama empat hari, sehingga banyak buah kelapa sawit di truk membusuk.

"Sebetulnya harga kelapa sawit Rp1.000 per kilogram, namun karena sulitnya pedagang pengumpul menjual ke pabrik mengakibatkan harga ditingkat petani ditekan," ujarnya.

Menurut dia, kondisi harga dan sulitnya menjual kelapa sawit tersebut, tentu berdampak langsung terhadap petani yang akan semakin sulit memelihara dan merawat tanaman kelapa sawit agar tetap berproduksi.

"Saat ini saya memiliki empat hektare perkebunan sawit dengan produksi 1,2 ton per hektare. Apabila tanaman ini tidak dipupuk tentu hasilnya akan berkurang, bahkan tidak akan berbuah lagi," katanya.

Ia berharap pemerintah daerah agar dapat membantu petani menyelesaikan masalah sulitnya menjual kelapa sawit ke pabrik, demi keberlangsungan ekonomi petani kelapa sawit di daerah ini.

"Kami sangat berharap pemerintah daerah mengatasi dan mencari solusi terbaik masalah kelapa sawit ini, agar petani bisa menikmati hasil perkebunan sawitnya," jelas dia.



(SAW)