Beras bulog. Medcom/Kautsar Bowo.
Beras bulog. Medcom/Kautsar Bowo.

Bulog Riau-Kepri Datangkan 8.000 Ton Beras

Ekonomi bulog
Kautsar Widya Prabowo • 19 Agustus 2018 11:49
Pekanbaru: Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau-Kepulauan Riau mendatangkan 8.000 ton beras dari tiga provinsi lain guna mencukupkan ketahanan stok setempat.
 
"Beras ini kami datangkan dari Sulawesi Selatan, Jawa, dan DKI," kata Kepala Bulog Riau-Kepri A Muis S Ali kepada Antara di Pekanbaru dikutip dari Antara, Minggu, 19 Agustus 2018.
 
A Muis S Ali menjelaskan tujuan Bulog Divre Riau-Kepri mendatangkan beras tersebut untuk memenuhi kecukupan stok dan kebutuhan bulanan pokok masyarakat setempat hingga akhir tahun. "Beras ini untuk memenuhi kebutuhan bulanan masyarakat Riau, bencana, dan   Bansos Rastra yang mencapai 2.500 ton per bulan," ujar A Muis S Ali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu untuk mengantisipati peningkatan kebutuhan menyambut Iduladha 1439 Hijriyah, serta stabilisasi harga beras di pasar-pasar tradisional setempat yang cenderung alami peningkatan. "Terutama ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan stabilisasi harga," tuturnya.
 
Menurut A Muis S Ali, Bulog Riau-Kepri mendatangkan jumlah yang berbeda-beda dari tiga provinsi penghasil tersebut, sesuai kebutuhan. Misalkan beras asal Sulawesi Selatan jumlahnya 3.000 ton, DKI 3.000 ton, sementara Jawa 2.000 ton. Ini dilakukan mengingat pola konsumsi masyarakat Riau-Kepri lebih menyukai beras jenis pra atau berderai, bukan tipe pulen.
 
Untuk proses pengiriman, lanjutnya, kini sudah dilakukan dengan kelengkapan administrasi distribusi antarwilayah, di mana pengiriman dilakukan melalui jalur laut dan akan bongkar di pelabuhan Dumai, Batam, dan Sungai Duku Pekanbaru. "Beberapa sudah mulai pengiriman, lewat Dumai, Pekanbaru, dan Batam," pungkasnya.
 
Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru menyatakan saat ini kondisi harga bahan kebutuhan pokok di wilayah  setempat relatif stabil. Khususnya beras dengan berbagai kualitas. "Hingga kini harga-harga masih belum naik," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian  Pekanbaru, Ingot Achmad Hutasuhut.
 
Ingot menyatakan untuk beras jenis medium dengan merek Topi Koki dan Belida asal Palembang kini dipasarkan stabil di Pekanbaru dengan harga Rp11.500 per kg.  Kualitas premium jenis Mundam atau Anak Daro dan Pandan Wangi diecer Rp13.500 per kg. Bahkan beras kualitas premium jenis pulen yakni Ramos asal Sumatera Utara justru lebih murah yakni Rp11.000 per kg.
 
Menurut Ingot, kalaupun ada kenaikan harga bahan pokok biasanya akan terjadi menjelang moment perayaan hari besar keagamaan. Dia mengatakan ke depan akan ada perayaan Iduladha, maka pihaknya mewaspadai adanya kenaikan harga bahan pokok dengan memantau ketersediaan stok.  "Namun kita yakin dengan tersedianya stok Bulog maka akan menjamin tidak ada gejolak harga karena mereka akan menjual sesuai HET," pungkasnya.
 
 
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif