BI Kembangkan Padi Organik di Lombok Tengah
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Mataram: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengembangkan klaster padi organik di Kabupaten Lombok Tengah. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi.

Kepala Kantor Perwakilan BI NTB Achris Sarwani mengatakan pengembangan padi organik tersebut dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB, dan PT Bank NTB, serta kelompok tani binaan.

"Semua yang terlibat dalam program tersebut sudah menandatangani perjanjian kerja sama di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu," katanya, seperti dikutip dari Antara, di Mataram, Rabu, 4 Juli 2018.



Kantor Perwakilan BI NTB, kata Achris, memberikan perhatian terhadap sektor pertanian. Pasalnya, NTB merupakan provinsi agraris, di mana lebih dari 21 persen perekonomian daerah disumbang oleh sektor pertanian, khususnya tanaman padi.

"Sektor pertanian juga turut memberikan andil dalam menjaga stabilitas harga barang, mengingat inflasi di NTB masih dominan disumbang oleh kelompok bahan makanan, khususnya beras," tuturnya.      

Ia menambahkan NTB sebagai provinsi yang dikenal sebagai lumbung padi nasional berpeluang besar untuk mengembangkan usaha pertanian. Hal ini turut mendukung program swasembada pangan yang bertujuan untuk mewujudkan pemantapan ketahanan pangan masyarakat sampai tingkat perorangan secara berkelanjutan.

"Besarnya potensi pertanian tersebut yang mendorong BI turut mengambil bagian dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian, melalui pengembangan klaster padi organik," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id