Menteri Rini Cetuskan Jenjang Karier untuk AO PNM
Menteri BUMN Rini Soemarno. MI/Susanto.
Bogor: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan membuatkan jenjang karier untuk para Account Officer (AO) PNM dalam program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang bekerja sebagai agen pembangunan negeri.

Rini mengatakan Kementerian BUMN bersama PT PNM saat ini tengah merencanakan jenjang karier bagi para AO. Mulai dari AO, Financial Officer, Senior AO, Kepala Cabang Mekaar, Area Manager, Regional Manager, Kepala Divisi hingga Direktur. Ia berharap, ke depannya para profesional AO Muda ini dapat menjadi Talent Pool di berbagai perusahaan BUMN.

"Kita sedang merencanakan jenjang karier untuk adik-adik AO," kata Rini seminar bertema 'AO Mekaar: Profesional Muda Bangkit dan Berdaya' di IPB, Bogor, Minggu, 3 Juni 2018.

Rini menyebutkan para AO Mekaar yang berisikan generasi muda ini merupakan agen pembangunan negeri. AO Mekaar juga sebagai kepanjangan tangan pemerintah melalui BUMN dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kecil.

"Pekerjaan yang mereka lakukan merupakan sebuah darma bakti untuk membangun negeri," ucap Rini.

Oleh karena itu, tak hanya jenjang karier, Rini juga merencanakan penambahan program keahlian lain (soft skill) seperti kurusus bahasa Inggris dan komunikasi hingga beasiswa pendidikan D3.

"Ini sedang direncanakan agar nanti ada tambahan program untuk AO, seperti bisa sekolah lagi ke tingkat D3, ada beasiswanya, atau diberi  kursus Bahasa Inggris, atau Komunikasi. Jadi, AO kita bisa lebih maju lagi ke depannya," jelas Rini.

Seperti diketahui, Mekaar merupakan layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera dengan pendampingan dan pembinaan oleh para AO PNM.

Sejak dimulai pada akhir November 2015, PNM Mekaar ini telah berhasil menyerap puluhan ribu karyawan atau AO yang berhasil merekrut jutaan nasabah. Plafon kredit yang diberikan tersedia mulai dari Rp500 ribu sampai dengan Rp3 juta untuk setiap nasabah.

AO Mekaar yang mayoritas diisi para generasi muda berusia 18-25 tahun ini berperan sebagai lini terdepan dari program Mekaar dalam mencari nasabah dan membina nasabah yang merupakan perempuan prasejahtera Indonesia.

Tercatat, hingga April 2018 nasabah aktif Mekaar secara nasional telah melampaui angka 2,8 juta jiwa dengan lebih dari 22 ribu AO yang mendampingi. Khusus di Jawa Barat, terdapat 662 ribu perempuan pra-sejahtera yang sudah menjadi nasabah Mekaar. Hingga akhir 2018 ditargetkan jumlah nasabah Mekaar bisa mencapai empat juta nasabah. Total dana yang tersalurkan sudah mencapai Rp6,76 triliun, dengan rata-rata pembiayaan yang diberikan sebesar Rp2,1 juta per nasabah. Non Performance Loan (NPL) Mekaar berada di angka 0,25 persen.



(SAW)