Direktur Utama PT Aetra Air Jakarta Edy Hari Sasono. (FOTO: dok PAM Jaya)
Direktur Utama PT Aetra Air Jakarta Edy Hari Sasono. (FOTO: dok PAM Jaya)

PAM Jaya-Aetra Sediakan Air Bersih bagi MBR

Ekonomi air bersih
Husen Miftahudin • 22 Maret 2019 20:06
Jakarta: PAM Jaya dan Aetra meluncurkan program kemudahan akses air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Langkah tersebut sebagai upaya untuk mendorong jumlah sambungan baru.
 
Direktur Utama PT Aetra Air Jakarta Edy Hari Sasono mengatakan, hingga Februari 2019 PAM Jaya dan Aetra telah melayani 10 ribu sambungan. Kemudahan akses penyediaan air bersih bagi MBR dilakukan di wilayah Gongseng, Jakarta Timur.
 
"Di wilayah padat penduduk di Jakarta Timur tersebut tengah dilakukan penanaman pipa sepanjang 8,2 kilometer. Potensi penambahan jumlah sambungan baru di area tersebut diperkirakan akan bertambah sebesar 2.312 pelanggan atau setara dengan penambahan 13.872 jiwa," ujar Edy dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain menjamin kemudahan pemasangan, jelas dia, harga jual air yang ditawarkan pun terjangkau. "Hanya dengan Rp33 ribu per bulan atau Rp1.100 per hari, masyarakat bisa mendapatkan air bersih sebanyak 10 ribu liter, sesuai Permendagri Nomor 23 Tahun 2006," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan pihaknya pada tahun ini menargetkan pemasangan keran air siap minum (fountain water) pada 100 titik di seluruh DKI Jakarta.
 
"Salah satunya diresmikan di Kelurahan Kebon Bawang, Jakarta Utara," terang Bambang.
 
Agar air bersih siap minun tersebut dapat dinikmati masyarakat luas, kata dia, maka penempatannya dipilih di lokasi strategis, seperti kantor layanan publik pemerintah, mesjid, dan sekolah.
 
Khusus mengenai Aetra, tambah Bambang, melalui dua Instalasi Pengolahan Air (IPA), telah mencapai kapasitas produksi 10.500 liter per detik dengan jumlah sambungan lebih dari 456.990 sambungan (data Januari 2019).
 
"Jumlah sambungan tersebut tersebar di seluruh Jakarta Timur, sebagian Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat," tutup Bambang.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif