BI Terus Kampanyekan Cinta Rupiah
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus berupaya mengkampayekan cinta rupiah di seluruh wilayah di Indonesia. Upaya ini dilakukan agar masyarakat bisa menggunakan rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai wujud kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan kampaye cinta rupiah bisa dilakukan dengan menjaga uang rupiah yang dimiliki. Menjaga uang rupiah yang dimaksud adalah bagaimana agar tidak merusak rupiah dengan cara-cara yang tidak baik.

"Masyarakat senantiasa menjaga dan merawat rupiah dengan baik melalui metode Lima Jangan. Metode Lima Jangan yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi," kata dia di Jakarta, Sabtu, 17 November 2018.

Hal ini juga sesuai dengan amanat Pasal 25 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, setiap orang dilarang untuk merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah sebagai simbol negara.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI Mukhamad Misbakhun menilai lembaga keuangan seperti BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) perlu turun langsung ke lapangan mengkampayekan aksi cinta rupiah.

"Banyak program pemerintah pusat yang seharusnya disosialisasikan lebih masif hingga pelosok desa. Sosialisasi rupiah harus menjangkau seluruh masyarakat, termasuk yang ada di desa-desa. Sosialisasi harus berada di tengah-tengah masyarakat," pungkas Misbakhun.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id