Bangun Warnet Tidak Perlu Izin BKPM
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution (kiri). MI.
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan bidang usaha warnet dan pengupasan umbi yang  keluar dari daftar negatif investasi (DNI) tidak akan digarap oleh investor asing. Pasalnya, kedua jenis usaha tersebut memiliki investasi di bawah 100 persen.

"Ini tidak mungkin dimasuki PMA karena batasan yang bisa dimasuki paling sedikit modalnya Rp10 miliar," ujar Darmin dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 19 November 2018.

Darmin menjelaskan batasan nilai investasi bagi penanaman modal asing(PMA) telah diatur dalam Peraturan Kepala BKPM 6/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala BKPM 14/2015 tentang Pedoman dan Tata Cara Izin Prinsip Penanaman Modal. Karenanya, bidang usaha yang memiliki nilai investasi di bawah Rp10 miliar tidak bisa dimasuki PMA.

Dengan begitu, tujuan dikeluarkannya usaha warnet dan pengupasan umbi dari DNI agar sektor tersebut bisa dimasuki oleh masyarakat  tanpa memerlukan izin dari BKPM. "Dia ini (warnet) ditetapkan penyederhanan perizinannya, yaitu tidak perlu lagi minta izin BKPM," tambah dia.

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menambahkan penanaman modal asing (PMA) sebesar 100 persen hanya berlaku pada 25 sektor dari 54 bidang usaha yang mengalami perubahan daftar negatif investasi (DNI). Selebihnya, bidang usaha itu bisa digarap oleh Penanaman Modal Dalam Negeri atau (PMDN) dan UMKM. "Di perubahan DNI 2018, yang untuk PMA itu hanya 25 bidang usaha saja," katanya.

Susi menuturkan sebanyak 25 bidang usaha tersebut sebelumnya sudah terbuka untuk asing tapi keterbukaannya belum mencapai 100 persen.  Perubahan tersebut dilakukan lantaran belum ada satupun invetor yang menyatakan minatmnya setelah empat tahun.  "Perubahannya dari 95 ke 100 persen saja, untuk meningkatkan minta investor asing," ungkap dia.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id