Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Susanto)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Susanto)

Menkeu Tak Soal BUMN Banyak Utang Asal Bisa Bayar

Ekonomi kementerian bumn
Desi Angriani • 06 Desember 2018 20:07
Nusa Dua: Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan bakal memonitor perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan pinjaman terhadap pemerintah. Hal ini menyusul nilai utang 143 perusahaan plat merah yang mencapai Rp2.448 triliun pada kuartal III-2018.
 
"Utang BUMN, kita dan menteri BUMN terus monitor. Neracanya harus kita jaga," ujar Ani sapaannya dalam acara press tour di Novotel, Nusa Dua, Bali, Kamis, 6 Desember 2018.
 
Menurutnya tak masalah bila perusahaan pelat merah memiliki setumpuk utang asalkan ekuitasnya tinggi. Sebaliknya, BUMN dengan utang tinggi namun ekuitas rendah bakal menjadi perhatian pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi kalau utangnya banyak tapi enggak punya ekuitas, ya itu yang harus diperhatikan," imbuhnya.
 
Ani menambahkan nilai utang riil 143 perusahaan plat merah masih dianggap proporsional jika melihat ekuitasnya yang mencapai Rp2.414 triliun.
 
Adapun nilai aset ratusan BUMN berutang itu mencapai Rp7.718 triliun dengan liabilitas mencapai Rp5.271 triliun.
 
"Beberapa leverage-nya naik tapi kita berikan injeksi ekuitas yang naik juga. Ekuitas, leverage, dan capital," pungkas dia.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif