Illustrasi. MI/Usman Iskandar.
Illustrasi. MI/Usman Iskandar.

BI Punya Ruang Turunkan Bunga Acuan 50 Bps

Ekonomi
Desi Angriani • 02 Juli 2019 17:51
Jakarta: Vice President Economist Permatabank Josua Pardede menilai Bank Indonesia (BI) memiliki ruang pelonggaran yang cukup besar untuk memangkas bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) hingga akhir tahun. Hal ini menyusul nilai tukar rupiah yang cenderung stabil disertai sinyal penurunan suku bunga The Fed sebanyak 50 bps dalam tiga bulan ke depan.
 
"Iya bisa 25-50 bps sampe akhir tahun. saya pikir memang ada ruang bulan ini atau bulan depan ya. Peluang cukup kuat karena The Fed memberikan sinyal cukup kuat juga untuk memangkas dua kali bunga acuannya," ungkap Josua saat ditemui di Ballroom Hotel Westin, Rasuna Said, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Josua menjelaskan kondisi fiskal hingga inflasi Amerika Serikat memungkinkan penurunan bunga acuan oleh The Fed sebanyak dua kali. Kemungkinan itu bakal memengaruhi kebijakan moneter di negara berkembang termasuk Indonesia. Apalagi kebijakan penurunan bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) juga berkiblat pada kebijakan The Fed.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peluang cukup kuat karena the fed memberikan sinyal cukup kuat juga untuk memangkas dua kali," imbuh dia.
 
Meskipun demikian, BI tetap dinilai akan melihat kondisi defisit neraca dagang dan defisit transaksi berjalan dalam memutuskan pelonggaran bunga. "Kalau defisit transaksi menyusut cukup stabil, sehat tentunya tadi ruang penuruanan relatif cukup besat. Ruang pelonggaran cukup terbuka," tutup Josua.
 
Bank Indonesia (BI) sebelumnya kembali memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) di level enam persen pada periode Juni 2019. Hal tersebut sesuai keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 Juni 2019.
 
Dengan demikian, suku bunga acuan di level enam persen sudah bertahan selama delapan bulan, dari November 2018. Selain mempertahankan BI-7 Days Reverse Repo Rate, otoritas juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 5,25 persen, serta suku bunga lending facility di posisi 6,75 persen.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan mempertahankan suku bunga acuan ini dinilai sejalan dengan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
 
"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar enam persen," ujar Perry Kamis, 20 Juni 2019.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif