Keterbukaan Informasi Pupuk Indonesia sesuai Prinsip GCG. Foto: Ist.
Keterbukaan Informasi Pupuk Indonesia sesuai Prinsip GCG. Foto: Ist.

Keterbukaan Informasi Pupuk Indonesia sesuai Prinsip GCG

Ekonomi laporan keuangan pupuk indonesia
Husen Miftahudin • 15 November 2019 16:24
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) dianugerahi penghargaan dengan predikat Juara III untuk kategori BUMN non keuangan listed pada ajang Annual Report Award (ARA). Keterbukaan informasi pada laporan tahunan Pupuk Indonesia dinilai menjadi salah satu yang terbaik.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat menyatakan capaian positif tersebut merupakan kerja keras seluruh insan pegawai Pupuk Indonesia yang selalu memberikan kontribusi terbaiknya dalam memajukan perusahaan dengan penyusunan laporan tahunan perusahaan.
 
"Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen seluruh insan Pupuk Indonesia dalam menjalankan bisnis perusahaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip GCG, yakni transparan, akuntabel, bertanggung jawab, independen, dan adil," ujar Aas dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam ajang ARA, faktor-faktor yang dinilai terdiri dari profil perusahaan, laporan direksi dan komisaris, analisa keuangan, analisa pembahasan manajemen, dan nilai-nilai Good Corporate Government (GCG) yang dijalankan.
 
Aas mengungkapkan, sepanjang 2018 Pupuk Indonesia berhasil mencatatkan kinerja positif. Bahkan perusahaan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan membukukan pertumbuhan volume penjualan yang menembus 14 juta ton.
 
Menurutnya, rekor tersebut berkat keberhasilan perusahaan memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi serta meningkatkan penetrasi pasar ke perkebunan dalam negeri. Langkah itu pun turut mendorong tumbuhnya total pendapatan dan laba dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Pada 2018, total pendapatan Pupuk Indonesia tercatat sebesar Rp69,4 triliun atau tumbuh 17 persen dari 2017. Sementara laba perusahaan tercatat sebesar Rp4,21 triliun, naik 37 persen dari tahun sebelumnya.
 
"Total aset perusahaan juga tumbuh sebesar 8,11 persen menjadi Rp138,9 triliun. Pada 2018 kami juga mencatatkan kontribusi kepada negara sebesar Rp6,25 triliun yang terdiri dari total pajak dan dividen," ungkap Aas.
 
Tak hanya itu, perseroan juga terus meningkatkan efisiensi dalam setiap kegiatan bisnisnya. Untuk mengakselerasi pencapaian bisnis, inisiatif efisiensi perusahaan juga bertujuan untuk meringankan beban subsidi Pemerintah.
 
"Perusahaan juga secara konsisten menjalankan program revitalisasi pabrik untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Sebab revitalisasi terbukti menghasilkan penghematan dari turunnya tingkat konsumsi gas pabrik," tutup Aas.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif