Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani

BEI Suspensi Lima Saham Gorengan Jiwasraya dan ASABRI

Ekonomi Jiwasraya ASABRI
Annisa ayu artanti • 23 Januari 2020 09:45
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepakat untuk melakukan penghentian sementara perdagangan lima saham emiten. Langkah itu dilakukan guna menjaga stabilitas pergerakan pasar modal di Indonesia.
 
Dalam pengumuman bursa yang dikutip Medcom.id, Kamis, 23 Januari 2020, kelima saham tersebut adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP), PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), PT Hanson Internasional Tbk (MYRX), PT SMR Utama Tbk (SMRU), dan PT Trada Alam Mineral (TRAM).
 
"Penghentian dilakukan pada seluruh pasar sejak sesi satu perdagangan efek pada Kamis, 23 Januari 2020 hingga pengumuman bursa lebih lanjut," kata pengumuman terssebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bursa menjelaskan, suspensi kelima saham ini dilakukan dalam menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta merujuk pada surat yang dikeluarkan OJK No.SR-11/PM.21/2020 tanggal 22 Januari 2020 perihal Perintah Penghentian Sementara Perdagangan Efek.
 
Bursa dan OJK menegaskan pembukaan suspensi terhadap efek-efek saham tersebut dapat dipertimbangkan apabila perusahaan tercatat telah memenuhi kewajiban kepada BEI dan pihak OJK telah memerintahkan pembukaan suspensi atas efek-efek tersebut.
 
Sebagian dari lima saham yang disuspensi tersebut merupakan saham gorengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) (Persero).
 
Dua perusahaan asuransi pelat merah tersebut dinilai salah menempatkan portofolio investasinya. Jiwasraya menempatkan portofolio ke saham MYRX, SMRU, dan TRAM. Sedangkan ASABRI menempatkan saham ke IIKP dan MYRX.
 
Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Marolop Alfred Nainggolan mengatakan sebagian besar harga saham yang ditaruh dua perusahaan tersebut terbentuk dari semu. Harga saham-saham itu tinggi pada awal IPO, sementara pada saat perdagangan selanjutnya harganya bergerak liar dan saat ini harganya anjlok atau menjadi saham gocap.
 

Tiga di antaranya adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) harga IPO Rp450 per saham, PT SMR Utama Tbk (SMRU) harga IPO Rp600 per saham, dan PT Hanson Internasional Tbk (MYRX) harga IPO mencapai Rp9.900 per saham.
 
"Saham yang dibentuk hanya oleh mekanisme perdagangan maka itu bisa dikatakan penuh dengan intervensi. Jadi dari situ arahnya rekayasa atau semu," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif