Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Kemenhub Komunikasikan Penurunan TBA Pesawat Terbang

Ekonomi bisnis maskapai
Ilham wibowo • 22 Mei 2019 05:24
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memangkas tarif batas atas (TBA) tarif tiket pesawat terbang sebanyak 12-16 persen. Selama arus mudik Lebaran, sosialisasi bakal dilakukan secara masif.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti memastikan penyesuaian TBA telah dijalankan sejak berlakunya penetapan Kepmenhub No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Sabtu, 18 Mei 2019. Saat ini monitoring tengah dilakukan ihwal implemetasi di lapangan.
 
"Ada hal penting yaitu tarif penumpang pesawat akan dipantau apakah harga tiket itu dikurangi PPN, iuran wajib itu melebihi TBA apa tidak ," kata Polana saat menghadiri rapat kesiapan mudik di kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polana memaparkan komponen biaya yang berkontribusi pada penurunan TBA berasal dari efektivitas operasional pesawat udara di bandara sehingga terjadi efisiensi bahan bakar dan jam operasi pesawat udara. Peningkatan on time performance (OTP) juga turut berkontribusi pada efisiensi operasional pesawat udara.
 
Kemenhub, lanjut dia, akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap keputusan baru ini setiap tiga bulan dan sewaktu-waktu jika terjadi perubahan signifikan pada komponen-komponen yang memengaruhi biaya penerbangan.
 
Polana pun berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut karena harga tiket bersifat fluktuatif. Tarif tiket pesawat yang dipatok telah memuat biaya-biaya tambahan meliputi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), iuran wajib dana pertanggungan dari PT Jasa Raharja (Persero) dan kewajiban lainnya.
 
"Akan dipasang di posko banner-banner yang menginformasikan ke penumpang bahwa harga tiket itu adalah TBA ditambah PPN, iuran wajib, Jasa Raharja dan sebagainya," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Polana memastikan pihaknya juga telah melakukan koordinasi persiapan matang jelang puncak arus mudik lebaran. Seluruh armada pesawat akan menjalani lebih banyak dilakukan pemeriksaan secara khusus.
 
Saat ini, ada 36 bandara yang dipersiapkan melayani penerbangan selama arus mudik 2019. Operator bandara seperti Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II telah diminta melakukan persiapan maksimal.
 
"Kami lakukan inspeksi bandara fasilitas dan navigasi, kemudian ramp chek pesawat juga sudah mulai dilakukan sejak 13 Mei kemarin, pengecekan akan lebih intensif mulai 27 Mei," ucapnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif