Pengunjung menyaksikan sejumlah komodo di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.
Pengunjung menyaksikan sejumlah komodo di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.

Gubernur NTT Bakal Ubah Sistem Wisata Pulau Komodo

Ekonomi pariwisata
Damar Iradat • 11 Juli 2019 07:44
Labuan Bajo: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal menerapkan sistem wisata baru di Pulau Komodo. Penerapan sistem ini dinilai bakal turut membuat habitat komodo di pulau itu tetap bertahan.
 
Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat mengatakan, penerapan sistem baru itu di antaranya dengan mengubah gaya berwisata di Pulau Komodo. Selama ini, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo berjalan kaki dengan dipandu ranger menelusuri pulau untuk mencari binatang purba itu.
 
"Kita usahakan mereka (komodo) menjadi liar. Jadi kita tidak akan lagi jalan kaki, treknya akan kita siapkan dan ranger-nya kita siapkan agar semua bisa wisata malam," ungkap Viktor di Labuan Bajo, Rabu, 10 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trek yang dimaksud Viktor yakni trek untuk mobil khusus berwisata sejenis golfcar yang ramah lingkungan. Mobil tersebut nantinya juga tidak menggunakan gas atau bahan bakar minyak agar lebih ramah lingkungan.
 
Selain itu, menurut Viktor, pihaknya bakal membuat akses untuk bisa memantau komodo berkumpul. Sehingga, para wisatawan dapat dengan mudah menemukan kadal purba tersebut.
 
"Kita bikin tempat aksesnya bisa lihat. Di mana komodo hari ini berada paling banyak. Kita bisa tahu kemana komodo, jumlah komodo paling banyak di mana," ujar dia.
 
Namun begitu, penerapan sistem wisata baru itu bakal dilaksanakan jika penutupan Pulau Komodo untuk wisatawan terealisasi. Pasalnya, penutupan tersebut juga untuk merehabilitasi lokasi wisata yang termasuk dalam tujuh keajaiban dunia itu.
 
Terkait penutupan, politikus Partai NasDem itu mengatakan saat ini Pemprov NTT dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar juga terus berkoordinasi. "Kita sedang membahas bagaimana kita ngaturnya. Kita harapkan setelah itu kita siapkan anggaran," ujar Viktor.
 
Anggaran tersebut di antaranya untuk membenahi sejumlah fasilitas di Pulau Komodo. Yakni untuk renovasi dermaga yang dinilai belum layak untuk orang tua, anak-anak, dan kaum disabilitas.
 
Selain itu, anggaran tersebut juga untuk menata ulang Pulau Komodo. Pasalnya, menurut dia, Pulau Komodo juga masih tergolong gersang.
 
"Kita di sana lihat bahwa tempat itu tidak tertata dengan baik. (Saya ingin) begitu kita nyampe, kita lihat pohon dan bunga-bunga khas NTT ada di sana, sebuah taman, dan ada kawasan yang terlindungi. Sekarang kalau kita lihat kering, tidak ada air tidak ada pohon," tutur dia.
 
Selain itu, Viktor mengatakan jika nantinya Pulau Komodo bakal diterapkan menjadi lokasi wisata yang lebih eksekutif. Hal ini, terkait kenaikan tiket masuk ke Pulau Komodo. Ia ingin, wisatawan mancanegara membayar USD500 dan USD100 untuk wisatawan dalam negeri.
 
"Itu untuk asing, tapi kita batasi juga, mungkin lokalnya sekian. Karena daya tampungnya kan harus kita hitung, karena kepentingannya binatang yang kita lindungi," kata dia.
 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif