Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meminta sektor swasta memanfaatkan peluang perang dagang. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meminta sektor swasta memanfaatkan peluang perang dagang. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Swasta Bisa Memaksimalkan Peluang Perang Dagang

Ekonomi industri manufaktur Perang dagang
Ilham wibowo • 13 Juni 2019 11:55
Jakarta: Peluang peningkatan ekspor manufaktur Tanah Air dinilai masih terbuka lebar. Peningkatan sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sedianya bisa dimanfaatkan maksimal oleh sektor swasta.
 
"Pemanfaatan (peluang perang dagang) ini oleh company, oleh perusahaan," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ditemui usai pelantikan pejabat eselon I di Kantor Kemenperin, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Menurut Airlangga, dampak positif perang dagang membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling diincar penanam modal asing. Indonesia dinilai sebagai negara yang memiliki zona aman investasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau dari pemerintah ya kita tarik investasi lebih banyak. Kan beberapa industri lihat kawasan Asean ini lebih stabil dari yang lain dan di kawasan Asean, yang terbesar adalah Indonesia," ungkapnya.
 
Ia memastikan pemerintah akan terus mendorong peningkatan daya saing industri manufaktur dengan mempermudah hadirnya investasi. Dengan begitu, peningkatan ekspor mengisi pasar baru bisa dimaksimalkan."Kita sudah banyak mengeluarkan insentif, tinggal ditarik untuk iklim investasi yang lebih baik," ujarnya.
 
Peluang ekspor ke negara tradisional juga akan dipertahankan. Indonesia dinilai masih bisa menjadi alternatif terutama bagi negara yang terlibat langsung perang dagang.
 
"Peluang ekspor ke Amerika tentu kita jaga juga. Amerika kan juga menerapkan berbagai tarif, tentu kita juga tarif-tarif tersebut," tuturnya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerima perwakilan pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Istana Kepresidenan. Presiden meminta dua organisasi ini memanfaatkan momentum perang dagang.
 
"Menurut saya ada sebuah peluang yang bisa kita ambil dari ramainya perang dagang ini," kata Jokowi dalam sambutannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Baca juga: Presiden Minta Hipmi dan Kadin Manfaatkan Perang Dagang
 
Jokowi menilai Hipmi dan Kadin berada di garis depan untuk memanfaatkan peluang itu. Ia mencontohkan Pasar Amerika yang tak lagi disuplai produk dari Tiongkok.
 
Kekosongan itu bisa diisi oleh pengusaha asal Indonesia. Pengusaha Indonesia, kata Presiden, bisa memperbesar kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
 
"Seperti yang saya lihat misalnya seperti produk tekstil, garmen, yang dulunya diisi dari sana (Tiongkok), sekarang karena mereka baru ramai ya bisa kita isi," kata Presiden.
 
Hal sama juga berlaku untuk produk elektronik dan mebel. Jokowi menyebut hampir 50 persen Pasar Amerika di dua sektor itu diisi produk asal Tiongkok.
 
"Saya kira peluang seperti ini yang secara detail harus kita lihat dan manfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan ekspor," kata Jokowi.
 
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani dan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia hadir dalam pertemuan itu. Mereka juga didampingi beberapa perwakilan pengurus dari organisasi masing-masing.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif