Ilustrasi - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi - - Foto: MI/ Panca Syurkani

Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Dorong Kas Garuda Untung

Ekonomi garuda indonesia
Husen Miftahudin • 27 Juli 2019 00:27
Tangerang: Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Fuad Rizal mengakui laba bersih yang dikantongi perusahaan di kuartal I 2019 murni kinerja operasional. Salah satunya karena adanya kenaikan tarif tiket pesawat.
 
"Secara bertahap kita menaikkan harga rata-rata dan kita menggenjot produksi. Kuartal satu untung USD19,7 juta. Ini pure operasional," ujar Fuad dalam public expose di Kantor Pusat Garuda, Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Jumat, 26 Juli 2019.
 
Namun, Fuad tak memerinci besaran kenaikan tarif rata-rata tiket pesawat. Ia hanya memastikan tarif tiket maskapai pelat merah tersebut sesuai koridor yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk harga (tiket), sejak September kita tidak pernah melanggar batas atas yang ditetapkan pemerintah. Jadi harga yang ditetapkan oleh Garuda dan Citilink itu selalu dalam koridor tarif batas atas dan batas bawah yang ditetapkan pemerintah," tegas Fuad.
 
Fuad menambahkan, laba yang diraih Garuda karena program efesiensi. Efisiensi dilakukan terhadap struktur biaya operasional, mulai dari biaya sewa pesawat hingga biaya bahan bakar.
 
"Untuk sewa pesawat kita melakukan perpanjangan terhadap beberapa pesawat kita. Dari sisi fuel, kita mengoptimalkan produktivitas kita dengan melihat demand sehingga penggunan volume fuel lebih sedikit, makanya kita bisa membukukan pendapatan USD19,7 juta di kuartal I 2019," tutur Fuad.
 
Dalam penyajian ulang (restatement) laporan keuangan kuartal I 2019, Garuda Indonesia mencatat laba bersih sebesar USD19,73 juta. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya yang merugi USD64,27 juta.
 
Capaian laba tersebut ditunjang oleh lini pendapatan layanan penerbangan berjadwal sebesar USD924,93 juta. Angka itu tumbuh sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal I 2018 sebesar USD828,49 juta.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif