Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Hyundai akan Produksi 250 Ribu Mobil/Tahun di Indonesia

Ekonomi hyundai
Ilham wibowo • 25 Juli 2019 18:55
Jakarta: Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motors Group, dipastikan bakal menanamkan investasinya Indonesia. Rencananya, pabrik baru bakal dibangun di kawasan industri Jawa Barat.
 
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan investasi pada sektor-sektor industri prioritas, termasuk yang tertuang di peta jalan Making Indonesia 4.0. Langkah tersebut bertujuan untuk memperdalam struktur industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing di kancah global.
 
“Saat ini pihak Hyundai sedang melakukan survei di kawasan industri Jawa Barat, seperti daerah Bekasi, Karawang, Purwakarta (Bekapur) dan Subang. Nilai investasinya masih dalam pembahasan,” kata Airlangga melalui keterangan resmi, Kamis, 25 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga menuturkan Presiden Joko Widodo merespons positif rencana investasi Hyundai Motors Group di sektor yang ditargetkan menjadi andalan ekspor Indonesia ke depan. Hyundai berencana mengekspor 40 persen dari produksinya di Tanah Air, sedangkan 60 persen ditujukan bagi pasar domestik.
 
Rencananya Hyundai mulai berproduksi pada 2021 dengan kapasitas hingga 250 ribu unit per tahun. Jenis kendaraan yang bakal digarap di Indonesia antara lain SUV, MPV, hatchback, dan sedan. Pabrik Hyundai di Indonesia pun ditargetkan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang.
 
“Hyundai telah menegaskan komitmennya untuk segera memulai investasi di Tanah Air. Sebab, Indonesia dinilai tepat menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” ucap Airlangga.
 
Menurut Airlangga, pertemuan dengan delegasi Hyundai Motors Group juga membahas terkait pemberian fasilitas tax holiday serta perjanjian dagang. Ia menegaskan pemerintah mendukung rencana investasi Hyundai dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia.
 
“Pemerintah sudah menyiapkan regulasi yang mendukung investasi di Indonesia,” tegasnya.
 
Menperin mengungkapkan, dalam pertemuan itu, Hyundai juga memaparkan potensi perkembangan teknologi otomotif di masa depan, termasuk di dalamnya electric vehicle, fuel cell vehicle dan autonomous vehicle. Bahkan sat ini sedang mempertimbangkan untuk mengahdirkan flying vehicle.
 
Executive Vice Chairman Hyundai Motors Chung Eui-Sun mengatakan, pihaknya masih memeriksa kesiapan supaya rencana investasi tersebut berjalan dengan lancar. “Kami berharap masuknya kami ke pasar Indonesia akan membantu kebijakan mobil otomotif 4.0,” tuturnya.
 
Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto memaparkan rencana investasi Hyundai telah dilakukan sejak awal Januari 2018. Indonesia mendapat penilaian baik sebagai pilihan mendirikan pabrik.
 
“Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik,” ungkapnya.
 
Harjanto menjelaskan, ari total kapasitas produksi Hyundai Motor Company di Indonesia, sebagian akan digunakan untuk membuat kendaraan listrik. Dari kapasitas itu, sebagian besar untuk mengisi pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Australia, serta sisanya untuk memenuhi kebutuhan domestik.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif