Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom/Suci Sedya Utami.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom/Suci Sedya Utami.

Erick Thohir: Bali Jantung Pariwisata tapi Infrastruktur Masih Tertinggal

Ekonomi infrastruktur Wisata Bali
Suci Sedya Utami • 14 Februari 2020 12:16
Bali: Bali dianugerahi keindahan alam yang luar biasa cantik untuk memikirkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Oleh karenanya Bali disebut sebagai jantung atau pusat pariwisata di Tanah Air.
 
Namun sayangnya infrastruktur di Bali dianggap masih tertinggal. Hal tersebut diakui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam kunjungan ke pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa, Bali.
 
"Bali adalah jantung dari turis di Indonesia, namun infrastrukturnya mohon maaf masih tertinggal," kata Erick, Jumat, 14 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karenanya pemerintah saat ini mencoba untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Bali, salah satunya yakni dengan pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa.
 
Sebab, dia bilang wisatawan bukan hanya datang dari udara, namun juga dari laut. Sayangnya fasilitas pelabuhan di Pulau Dewata ini dinilai Erick masih belum mendukung sebagai tempat masuknya para wisatawan.
 
"Selama ini fasilitas yang dari laut sebagai negara archipelago belum (mendukung), karena itu kita benahi pelabuhan," tutur Erick.
 
Dia mengatakan apalagi saat ini dunia sedang diserang oleh wabah virus Korona yang tentunya menurunkan jumlah wisatawan yang datang. Oleh karenanya ini kesempatan untuk memperbaiki fasilitas untuk mendukung pariwisata ke depannya.
 
Mantan Presiden Inter Milan ini meminta agar Pelabuhan Benoa bisa menjadi kawasan terpadu bagi wisatawan mancanegara (wisman). Ia ingin agar pelabuhan tersebut bisa menjadi satu area pemberhentian (one stop area) yang dilengkapi dengan pusat kesenian, wisata kuliner, serta pusat bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM).
 
Erick pun meminta PT Pelindo III (Persero) sebagai pengelola pelabuhan tersebut harus bisa menciptakan nilai tambah untuk masyarakat. Misalnya, di tempat datang kapal pesiar, bisa dijadikan tempat pertunjukan budaya lokal dan wisata fotografi.
 
"Kita mau khususnya zona satu semua produknya lokal, tidak produk asing karena itu keterlibatan pengusaha lokal, swasta atau semua yang lain yang bisa bersinergi dengan proyek ini kita sangat terbuka. Ini bukan wacanaz tapi sesuatu yang konkret," jelas Erick.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VI Gde Sumarjaya Linggih mengharapkan dengan adanya pengembangan kawasan pelabuhan di Bali bisa mambu pertumbuhan ekonomi di Bali semakin bagus. Serta berdampak pada kesehatan masyarakat Bali.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif