OJK Diminta Turun Tangan Tuntaskan Kasus Jiwasraya

Husen Miftahudin 11 Oktober 2018 23:36 WIB
Jiwasraya
OJK Diminta Turun Tangan Tuntaskan Kasus Jiwasraya
OJK (MI/RAMDANI).
Jakarta: Pengamat asuransi Herris Simanjuntak meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan menyelesaikan kasus penundaan pembayaran klaim PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Sebab, hal tersebut bisa berdampak sistemik bila tidak segera ditangani.

"Industri asuransi ini kan menyangkut kepercayaan, trust. Dan dikhwatirkan juga nanti sistemik. Kalau masyarakat tidak percaya ke proses yang terjadi di Jiwasraya, ya bisa mengganggu industri juga," ujar Herris lewat sambungan telepon kepada Medcom.id, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Sebagai regulator, jelasnya, OJK harus melihat proses investasi yang dilakukan Jiwasraya. Apakah sesuai dengan Peraturan OJK atau tidak.

"Di POJK itu ada detail ketentuannya. Misalnya investasi (perusahaan asuransi) di saham maksimum sekian, di obligasi sekian. Apakah terjadi pelanggaran atau tidak," imbuhnya.

Setali tiga uang dengan pengamat asuransi lainnya, Irvan Rahardjo. Menurutnya, penyelesaian kasus Jiwasraya oleh OJK bisa mengobati kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

"OJK harus segera turun tangan karena menyangkut kepercayaan masyarakat yang makin merosot sejak kasus AJB Bumiputera tak kunjung ada penyelesaian dan kasus-kasus penutupan asuransi yang tidak disertai kepastian hukum bagi nasabah," tegas Irvan.

Sebelumnya, beredar luas dokumen surat keterlambatan pembayaran Jiwasraya kepada sejumlah nasabah pemegang polis. Dalam surat pemberitahuan tersebut, keterlambatan pembayaran polis yang jatuh tempo pada produk JS Proteksi Plan karena pemenuhan pendanaan masih dalam proses.

"Pembayaran klaim JS Proteksi Plan mengalami penundaan, dan atas hal tersebut kami menyampaikan permohonan maaf," tulis dokumen yang ditandangani Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono dan Direktur Pemasaran Jiwasraya Indra Widjaja.

Dalam dokumen itu pula, Jiwasraya menjanjikan bunga sebesar 5,75 persen per annum (netto) sebagai kompensasi keterlambatan pembayaran.

"Kami berharap proses pendanaan tersebut dapat segera kami selesaikan. Oleh karena itu, kami juga berharap para pemegang polis Jiwasraya dapat memahami kondisi tersebut dan tidak perlu khawatir," tutup surat bernomor 00668/Jiwasraya/K/1018.

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id