Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

CPO Ditolak Uni Eropa, Kemendag Evaluasi Kerja Sama IEU CEPA

Ekonomi minyak sawit kelapa sawit cpo
Nia Deviyana • 19 Maret 2019 08:08
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal mengevaluasi dampak penolakan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) terhadap perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU CEPA).
 
"Saat ini pemerintah sedang mengkaji bagaimana kelanjutan CEPA ini. Tahun lalu total ekspor kita ke Uni Eropa USD17,1 miliar-USD17,2 milar. Tapi kalau bicara kelapa sawit, kita bicara 17 juta tenaga kerja," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kerja sama IEU CEPA bisa saja tetap berlanjut. Dengan syarat, Uni Eropa memperhatikan masalah kelapa sawit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah masih ada (IEU CEPA). Bisa saja ada, tetapi persoalan sustainability over to CPO tidak akan dilepaskan," tambah Darmin.
 
Penghapusan biofuel berbasis kelapa sawit rencananya akan ditetapkan Uni Eropa pada 2030. Hal ini tertuang dalam Delegated Regulation no C (2019) 2055 Final tentang High and Low ILUC Risk Criteria on biofuels pada 13 Maret 2019. Dokumen ini akan diserahkan ke European Parliament dan Council untuk melalui tahap scrutinize document dalam waktu dua bulan ke depan.
 
Jika disahkan, maka kebijakan tersebut bakal memberi dampak signifikan pada ekspor sawit Indonesia ke Eropa karena tidak hanya peredaran kelapa sawit mentah yang dilarang, tetapi juga seluruh produk turunan yang menggunakan kelapa sawit mentah.
 
Bagi Indonesia, Uni Eropa merupakan pasar CPO kedua terbesar setelah India. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menunjukkan jumlah ekspor CPO ke Uni Eropa sebesar 4,78 juta ton atau sekitar 14,92 persen dari total ekspor CPO ke berbagai negara.
 
Untuk turunannya, ekspor mencapai 32,02 juta ton pada 2018. Sementara ekspor ke India sebanyak 6,71 juta ton, Amerika Serikat 1,21 juta, dan kumpulan negara-negara lain 6,44 juta ton.
 
Sebagai upaya banding, pemerintah bakal menyampaikan sepuluh poin tanggapan terhadap langkah diskriminatif Uni Eropa terhadap komoditas sawit. Langkah ini menjadi tindak lanjut dari kesepakatan 6th Ministerial Meeting Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) yang diselenggarakan tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Kolombia pada 28 Februari 2019.
 
Tak hanya itu, pemerintah juga siap melawan diskriminasi hingga ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) apabila kebijakan tersebut benar-benar dilakukan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif