Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

BI Proyeksi Defisit Neraca Perdagangan Akhir 2018 Menurun

Ekonomi neraca perdagangan indonesia
Husen Miftahudin • 11 Januari 2019 17:56
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksi defisit neraca perdagangan pada akhir 2018 menurun. Meski, tren impor masih belum bisa diredam.
 
"Neraca perdagangan, memang masih ada tekanan dari sisi impor yang cukup tinggi. Tapi kalau masih defisit, defisit, tapi trennya menurun," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, di kompleks perkantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Januari 2019.
 
Dody enggan membeberkan lebih jauh soal angka pasti defisit neraca perdagangan yang diklaimnya menurun. Ia menunggu pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi impor, Dody tak khawatir pertumbuhannya tinggi. Pasalnya, mayoritas impor adalah barang modal. "Karena kegiatan investasi kita yang masih cukup besar, jadi impor itu masih related," ungkap dia.
 
Sementara untuk kinerja ekspor di akhir 2018, beber Dody, tak akan mampu membuat neraca perdagangan RI surplus secara keseluruhan 2018. Hanya memang pengendalian ekspor impor diyakini lebih baik.
 
"Tentunya tren kita lihat dan kita melihat masih adanya impor barang modal yang terkait investasi yang mendorong impor itu tinggi. Tapi trennya (impor) ke arah penurunan," pungkas Dody.
 
Berdasarkan data BPS pada November 2018, neraca perdagangan tercatat defisit sebesar USD2,05 miliar. Ekspor tercatat sebesar USD14,83 miliar, sementara impor USD16,88 miliar.
 
Sedangkan, defisit neraca perdagangan sejak awal 2018 sampai dengan November 2018 mencapai sebanyak USD7,52 miliar. Sektor migas masih menjadi penyebab utama defisit nerada perdagangan RI selama 2018.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi