Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

OJK Atur Iklan Produk dan Layanan Lembaga Jasa Keuangan

Ekonomi ojk
Eko Nordiansyah • 16 April 2019 16:57
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur ketentuan iklan produk atau layanan yang diberikan oleh lembaga jasa keuangan. Aturan ini dimaksudkan agar menjamin perlindungan konsumen dan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan baik perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan nonbank (IKNB).
 
Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito menjelaskan, berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan ada empat ketentuan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha jasa keuangan.
 
"Prinsipnya kita ingin melindungi konsumen dan masyarakat agar lembaga jasa keuangan memenuhi persyaratan akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan," kata dia dalam konferensi pers di Kantor OJK, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun penjelasan mengenai hak dan kewajiban harus disampaikan sesuai dengan empat ketentuan di atas. Selain itu informasi mengenai produk dan layanan harus disampaikan secara akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan saat membuat perjanjian dengan konsumen.
 
"Prinsipnya elaborasi seperti saya jelaskan tadi, dalam bentuk-bentuk periklanannya kalau mau pakai kata-kata superlatif harus dibuktikan pihak lainnya, jadi bukan karena temannya (anak usaha) sendiri. Jadi kalau sudah jujur, jelas, tidak menyesatkan," jelas dia.
 
Perusahaan penyedia jasa keuangan juga diharuskan menampilkan logo dan nama perusahaan dalam setiap iklan maupun promosi yang dilakukan. Di dalamnya harus ada pernyataan bahwa pelaku usaha jasa keuangan terdaftar dan diawasi oleh OJK.
 
Dirinya menambahkan pelaku usaha jasa keuangan akan dikenakan sanksi jika terbukti melanggar ketentuan yang ada. Sanksi bisa berupa peringatan tertulis, denda uang, penghentian sementara usaha, hingga pencabutan izin usaha.
 
"Sanksi kita sedang rumuskan pertama adalah yang sudah dikeluarkan POJK menghentikan iklan itu. Sudah biaya mahal dan lain-lain dihentikan, OJK punya kekuasaan itu nanti kalau bandel akan sanski lagi. Sementara baru lakukan penghentian untuk iklan itu," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif