Menteri BUMN Rini Soemarno (MI/SUSANTO)
Menteri BUMN Rini Soemarno (MI/SUSANTO)

Rini Apresiasi Dominasi Investor Ritel untuk Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi bumn pertumbuhan ekonomi infrastruktur ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 16 April 2019 07:46
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat untuk berkontribusi pada pembangunan infrastruktur. Hal tersebut ditunjukkan dari tingginya jumlah investor ritel atau individu dalam membeli produk investasi DINFRA Toll Road Mandiri-001 yang diluncurkan Senin, 15 April 2019.
 
"Saya katakan, saya bangga bahwa investornya bukan hanya institusi saja. Alhamdulillah lebih dari 50 persen itu ritel atau individu," ujar Rini, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 April 2019.
 
Rini mendorong BUMN terus mengeluarkan skema-skema pembiayaan inovatif yang melibatkan investor di pasar modal untuk pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, BUMN bisa menjadi perusahaan yang kuat dan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun global.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menyambut baik setiap diluncurkannya produk investasi. Inovasi-inovasi seperti ini yang terus saya dorong kepada BUMN untuk bisa mendapatkan alternatif pendanaan dan bisa terus melebarkan sayapnya. Saya berharap makin banyak BUMN yang mendapatkan pendanaan di bursa," imbuhnya.
 
Ia menambahkan, tantangan ke depan setelah infrastruktur adalah pendanaan di sektor-sektor lainnya seperti energi dan manufaktur, yang tentunya memerlukan pendanaan yang besar dan diharapkan BUMN bisa menawarkan produk inovatif yang ditawarkan kepada investor melalui pasar modal.
 
DINFRA Toll Road Mandiri-001 merupakan produk dari Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFR) yang diterbitkan Jasa Marga bekerja sama dengan PT Mandiri Investasi.
 
Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan DINFRA Toll Road Mandiri-001 untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid, dan menjadi alternatif pendanaan baru di luar pendanaan yang tersedia saat ini di tengah masifnya pembangunan jalan tol yang sedang dilakukan oleh Jasa Marga.
 
Sejak 2017 Jasa Marga juga telah menerbitkan produk-produk pendanaan baru di pasar modal, mulai dari sekuritisasi, project bond, komodo bond, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) berbasis ekuitas.
 
Keunggulan KIK-DINFRA dibanding produk investasi lainnya antara lain memberikan solusi alternatif bagi investor untuk berinvestasi pada aset infrastruktur secara langsung atau tidak langsung melalui kepemilikan saham pada Perusahaan Pemilik Infrastruktur.
 
KIK-DINFRA juga memberikan manfaat tambahan dalam diversifikasi portofolio pada aset infrastruktur yang belum atau sedang dalam proses pembangunan (greenfield), maupun yang telah menghasilkan pendapatan (brown-field) melalui sarana alternatif investasi yang berpotensi mengurangi volatilitas portofolio.
 
DINFRA Toll Road Mandiri-001 merupakan produk KIK-DINFRA yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di BEI. Dalam skema DINFRA Toll Road Mandiri-001, investor menempatkan dana pada KIK DINFRA yang dikelola oleh manajer investasi.
 
Dana tersebut akan digunakan oleh manajer investasi untuk berinvestasi pada aset infrastruktur dengan membeli saham PT Jasamarga Pandaan Tol, pemilik konsesi ruas jalan tol Gempol-Pandaan yang merupakan salah satu Anak Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
 
Adapun investasi tersebut baik melalui pengambilan bagian atas penerbitan saham baru maupun dengan pembelian kepemilikan dari Jasa Marga pada PT Jasamarga Pandaan Tol. Mandiri Investasi bertindak sebagai Manajer Investasi didukung oleh PT Mandiri Sekuritas sebagai arranger dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai Bank Kustodian.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif